Selasa 14 Agustus 2018, 15:05 WIB

Presiden: Waspadai Dampak Kondisi Perekonomian Turki

Antara | Ekonomi
Presiden: Waspadai Dampak Kondisi Perekonomian Turki

ANTARA

 

PRESIDEN Joko Widodo mengingatkan para menteri untuk mewaspadai dampak ketidakpastian ekonomi global termasuk kondisi terakhir yang terjadi di Turki.

"Saya ingatkan bahwa memperkuat cadangan devisa merupakan hal yang sangat penting yang harus kita lakukan agar ketahanan ekonomi kita semakin kuat menghadapi ketidakpastian ekonomi global termasuk dampak yang terakhir terjadi di perekonomian Turki," kata Presiden Jokowi saat membuka rapat kabinet terbatas (ratas) di Kantor Presiden Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (14/8).

Dalam ratas yang juga dihadiri Wakil Presiden M Jusuf Kalla,  Kepala Negara juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan defisit neraca transaksi berjalan.

Presiden menilai dari sisi fiskal, saat ini Kemenkeu sudah mengelola APBN dengan hati-hati. Defisit APBN saat ini 2,12% dan pada 2019 akan
turun di bawah dua persen.

"Kemudian juga beberapa hal yang saya sampaikan bahwa anggaran belanja modal harus diperbesar terus, ini mulai kelihatan," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Di sisi moneter, Presiden melihat pengelolaan oleh Bank Indonesia sudah sangat hati-hati. 

"Ini terus kita dukung," katanya.

Pemerintah juga mendukung langkah Otoritas Jasa Keuangan dalam penguatan perbankan. Posisi rasio kecukupan modal (CAR) perbankan Indonesia masih kuat di posisi 20% lebih.

"Tepatnya 22 persen,  hal ini yang harus kita jaga terus," katanya.

Kepala Negara mengatakan melalui ratas itu, dia ingin mengetahui perkembangan berbagai upaya yang dilakukan untuk memperkuat cadangan devisa.

"Saya ingin pastikan betul ada progressnya di lapangan. Saya update satu satu sehingga kita benar benar bisa memperkuat cadangan devisa kita," katanya.

Beberapa pekan lalu Presiden sudah menyampaikan perlunya mandatori biodiesel, peningkatan tingkat kandungan dalam negeri. Ia meminta BUMN besar yang masih menggunakan komponen impor agar memperhatikan hal itu.

"Pengendalian impor oleh Kemendag serta Ditjen Bea dan Cukai saya kira harus betul betul dicermati sehingga impor barang yang sangat penting dan tidak penting diketahui," katanya.

Presiden juga mengingatkan perlunya langkah terobosan untuk meningkatkan ekspor khususnya terkait investasi.

"Sudah ada sistem pelayanan perizinan terpadu secara elektronik atau OSS,  ini dampaknya seperti apa, harus kita lihat," katanya.

Presiden juga mengingatkan perlunya penyediaan infrastruktur yang mendukung pariwisata khususnya di daerah tujuan wisata pengembangan yang sudah ditetapkan. (OL-3)

Baca Juga

Antara

Bidik Dana Segar Rp30 Miliar, Logisticsplus International (LOPI) Bersiap IPO

👤Gana Buana 🕔Selasa 03 Oktober 2023, 18:46 WIB
PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) tengah bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia atau BEI pada 11 Oktober 2023...
Dok. MI

Semangat Kebersamaan Jadi Tema Utama HUT Ke-21 PertamaBank

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 03 Oktober 2023, 18:30 WIB
Merayakan hari jadinya yang lebih dari dua dasawarsa, PermataBank mengusung tema Kebersamaan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi...
Ist

MHU-MMSGI Sabet Penghargaan Aditama pada GMP Award 2023

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 03 Oktober 2023, 18:10 WIB
PT Multi Harapan Utama (MHU) sebagai bagian dari MMS Group Indonesia (MMSGI) kembali meraih penghargaan dalam ajang Good Mining Practice...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya