Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Terbuka Peluang Freeport untuk IPO

Fetry Wuryasti
13/7/2018 21:45
Terbuka Peluang Freeport untuk IPO
(MI/MOHAMAD IRFAN)

PEMERINTAH dan Freeport McMoran akhirnya telah mencapai kesepakatan pengambilalihan 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI) ke pihak Indonesia. Kesepakatan itu tertuang dalam penandatanganan Head of Agreement (HoA) yang dilakukan oleh PT Inalum dengan Freeport McMoran.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna mengatakan kesepakatan dan pembicaraan oleh dewan direksi sebelumnya terkait wacana Freeport untuk mendapatkan pendanaan melalui pasar modal setelah divestasi. Dewan direksi BEI akan kembali melakukan pendekatan.

"Namun saya belum dapat info apa pun dari segi valuasi jadi saya belum bisa cerita. Baru kemarin tanda tangannya, dan tidak ke wilayah bursa. Saya harus yakinkan dulu entah itu dari publik dan lainnya," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (13/7).

Namun kemungkinan Freeport Indonesia menawarkan saham perdana atau IPO di pasar modal Tanah Air tetap terbuka. BEI berharap bisa meneruskan wacana itu dan akan membaca kembali seperti apa proses yang sudah terjadi.

"Sebenarnya itu yang kami harapkan tapi kembali lagi apa yang sudah dilakukan terutama hubungan yang pernah dilakukan, saya baca dulu prosesnya. Saya lihat apa yang bisa bursa lakukan. Tapi saya minta waktu," tutur Nyoman.

Harga saham-saham emiten tambang BUMN melesat hari ini pascakesepakatan tentang Freeport Indonesia (baca juga : Kesepakatan Pemerintah-Freeport Turut Kerek Saham BUMN Tambang).

. Meski begitu, Nyoman menyebut hal itu lebih disebabkan oleh fundamental emiten tambang BUMN itu sendiri.

"Secara karakteristik mereka ada fundamental sendiri. Kalau ada fundamental ya ada kemampuan laba yang diatribusikan," ujar Nyoman.

Tidak hanya Freeport, BEI menginginkan calon-calon emiten tambang lainya ikut IPO. Nyoman mengingatkan akses setelah IPO tidak terbatas untuk permodalan, tetapi juga penyebaran kepemilikan dan kontrol banyak pihak.

"Intinya tidak hanya Freeport tapi BUMN, BUMD, dan perusahaan keluarga juga tercatat. Agar secara kualitas dia meningkat," tukas Nyoman. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya