Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Pertamina Luncurkan Elpiji 3 Kg Nonsubsidi 1 Juli

Cahya Mulyana
22/6/2018 18:40
Pertamina Luncurkan Elpiji 3 Kg Nonsubsidi 1 Juli
(ANTARA)

PERTAMINA akan memberikan alternatif bagi masyarakat yang mampu agar tidak menggunakan elpiji 3 kg bersubdisi dengan menyediakan elpiji 3 kg nonsubsidi. Dengan begitu, kemasan praktis itu dapat dinikmati kalangan mampu tanpa mengganggu hak masyarakat tidak mampu.

Pelaksana Tugas Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Nicke Widyawati mengatakan mengemukakan hal itu di sela acara halal bi halal di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (22/6).

“1 Juli sudah dipasarkan karena ada juga masyarakat yang memerlukan elpiji kemasan 3 kg, tetapi sebetulnya bukan masyarakat yang perlu subsidi,” kata Nicke.

Menurut Nicke, Pertamina akan segera menyalurkan produk baru tersebut dengan bentuk kemasan kemungkinan sama dengan kemasan yang lebih besar bernama Bright Gas. Warna kemasan produk belum ditentukan namun tetap mempertimbangkan kedekatan dengan ibu-ibu rumah tangga.

"Yang pasti tidak ada tulisan 'khusus masyarakat miskin'. Itu tidak ada tulisan itu," kata Nicke.

Ia meyakini penyaluran produk baru tersebut tidak akan menganggu penyaluran elpiji bersubsidi. Malah, kehadiran gas kemasan praktis nonsubsidi itu akan menambah semarak varian elpiji dan dapat menjadi pilihan baru bagi masyarakat.

"Sama saja (penyaluran elpiji 3 kg bersubsidi) tetap saja tidak ada masalah," tegasnya.

PT Pertamina (Persero) telah melakukan uji coba penjualan elpiji 3 kg nonsubsidi di Tangerang, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur. Pertamina tengah berkoordinasi dengan Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas dan Pemerintah Daerah untuk segera memasarkannya.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengatakan kehadiran produk baru itu untuk menjaga penyaluran elpiji 3 kg bersubsidi agar tepat sasaran.

"Karena memang selama ini banyak kalangan mampu yang menggunakan gas melon ini, bukan soal harganya tapi lebih ke praktisnya, makanya akan ada gas 3 kg ini namun tidak subsidi," imbuhnya.

Mengenai harga, Harry menyatakan elpiji nonsubsidi jelas lebih mahal jika dibandingkan dengan elpiji 3 kg bersubsidi. Jika harga elpiji 3 kg bersubsidi dijual di kisaran harga Rp20 ribuan, elpiji 3 kg non subsidi bakal dijual dengan harga Rp39 ribu.

Hanya saja harga yang diuji coba tersebut belum tentu sama dengan harga distribusi resmi ke depan. Hal itu masih tergantug keputusan Pertamina.

Gas elpiji 3 kg nonsubsidi itu nantinya dijual dengan merek Bright Gas dengan tabung memiliki warna merah muda fuschia. "Jadi ibu-ibu pasti nanti suka, lebih bagus," tutupnya. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya