Senin 18 Juni 2018, 03:00 WIB

Pidana Menanti Pelepas Balon Udara

(Nyu/AU/E-1) | Ekonomi
Pidana Menanti Pelepas Balon Udara

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

 

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta masyarakat yang menyelenggarakan tradisi pelepasan balon udara untuk taat aturan.

 Sesuai dengan PM 40/2018, balon udara wajib ditambatkan dengan tinggi balon maksimal 7 meter dan ketinggian maksimum 150 meter. Selain itu, pelepasan balon udara juga tidak boleh berada dalam radius 15 km dari bandara.

Dalam beberapa hari terakhir, laporan dari pilot yang melihat balon udara dalam ketinggian pesawat sudah mencapai 84. Untuk itu, ia meminta para kapolda di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur untuk melakukan razia terhadap balon udara dan merampasnya.

“Kami minta tolong kepada kapolda untuk menegakkan aturan atau law enforcement, saat ini memang dengan menyita barang-barang itu,” ujar Budi dalam penjelasannya di Kantor Kementerian Perhubungan Jakarta, Minggu (17/6).

Budi mengatakan, pihaknya tidak segan untuk menerapkan sanksi pidana sesuai dengan pasal 411 UU Penerbangan dengan ancaman pidana 2 tahun penjara dan denda Rp500 juta bagi masyarakat yang tetap nekat menerbangkan balon udara meski sudah dilarang.
Sanksi pidana yang masih belum diterapkan tersebut dilakukan agar tercipta suasana yang kondusif dan membuat masyarakat sadar dengan cara persuasif.

Kemenhub bekerja sama dengan Air Nav Indonesia bahkan membuat perlombaan balon udara tradisional yang ditambatkan dan sesuai dengan aturan di Wonosobo pada 19 Juni dan Pekalongan pada 22 Juni.

Di sisi lain, penyisiran yang dilakukan Kepolisian dan TNI terhadap penerbangan balon udara mulai membuahkan hasil.

Direktur Utama Air Nav Indonesia Novie Riyanto mengatakan, laporan pilot yang melihat balon udara mencapai daya jelajah pesawat hingga saat ini sudah menurun menjadi 15.

“Mudah-mudahan dari hari ke hari dan untuk tahun depan juga gangguan balon tidak terjadi lagi,” ujar Novie.

Balon udara yang dilepas hingga mencapai ketinggian 35 ribu kaki atau 10 km di atas permukaan laut sangat berbahaya untuk pesawat. Terlebih balon udara itu berada di area Jawa Tengah dan Jawa Timur yang merupakan lalu lintas udara terpadat di Indonesia dan ke-5 di dunia. (Nyu/AU/E-1)

Baca Juga

Dok.South Pacific Viscose

South Pacific Viscose Tampilkan Produk Serat Ramah Lingkungan di Indointertex-Inatex 2022

👤Antara 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 22:27 WIB
Kedua merek serat yang didistribusikan SPV di Indonesia, TENCEL™ dan LENZING™ECOVERO™, berbahan dasar kayu yang...
ANTARA/NOVA WAHYUDI

Pemerintah Ubah Tarif Batas Bawah Bea Keluar CPO

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 21:56 WIB
"PMK 123 ini mengatur perubahan batas bawah pengenaan tarif bea keluar CPO dan produk turunannya yang semula US$750 per metrik ton...
Dok. JULO

JULO Dorong Inklusi Keuangan Lewat Kolaborasi dengan Maliq & D'Essentials di Lagu Indonesia #SIAPMELESAT

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 21:53 WIB
Mengusung kampanye Siap Melesat, kolaborasi itu menjadi ajakan positif agar masyarakat Indonesia terus memiliki semangat berkarya untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya