Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Stafsus Presiden Sebut Pelemahan Rupiah Masih dalam Koridor

Nur Aivanni
24/5/2018 19:21
Stafsus Presiden Sebut Pelemahan Rupiah Masih dalam Koridor
(ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

STAF Khusus Presiden bidang Ekonomi Ahmad Erani Yustika mengatakan bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar AS masih berada di dalam koridor yang baik. Pasalnya, mitigasi yang dilakukan pemerintah masih berjalan dibandingkan negara lain.

"Ini mitigasinya (Indonesia) dibandingkan negara lain itu jauh lebih berjalan sehingga kita tidak perlu pakai 'sabuk pengaman'. Ekonomi jalan seperti biasanya, harga pangan juga bisa ditahan. Kenapa? Karena instrumennya bekerja seperti biasa," katanya di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (24/5).

Ia pun kemudian membandingkan pelemahan mata uang yang dialami negara lain. "Argentina saja, nilai tukarnya melemah sampai 23%. Bahkan, India yang pertumbuhan ekonominya jauh lebih baik dibandingkan Indonesia, pelemahan mata uang Rupee mencapai 5,8%. Sementara, pelemahan rupiah terhadap dolar AS hanya 3,7%."

Ia mengatakan bahwa pelemahan rupiah jangan hanya dilihat dari satu sisi saja, tetapi juga harus dilihat dari sisi lainnya. Pasalnya, kata dia, ekonomi seperti halnya mata uang yang memiliki dua sisi.

"Sisi mata uangnya lagi, adalah itu merupakan fasilitasi untuk mendorong ekspor. Karena dengan adanya depresiasi nilai rupiah tadi menyebabkan daya saing kita menjadi lebih bagus di pasar internasional," pungkasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya