Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Cetak Sawah Harus Tetap Dilanjutkan

Andhika Prasetyo
21/5/2018 16:31
Cetak Sawah Harus Tetap Dilanjutkan
(ANTARA)

ANGGOTA Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil mengungkapkan kegiatan cetak sawah baru adalah kebijakan yang perlu terus dilanjutkan. Pasalnya, ia melihat saat ini begitu banyak lahan sawah yang dialihfungsikan menjadi bangunan pabrik dan perumahan sehingga menyusutkan total lahan sawah di Indonesia.

"Alih fungsi lahan sekarang luar biasa. Contoh saja di Karawang, datanya di sana disebut luas sawah 800 ribu hektare (ha) tetapi nyatanya hanya 700 ribu ha," ujar Rizal.

Maka dari itu, menurutnya program cetak sawah adalah hal yang harus dilakukan untuk mengantisipasi semakin maraknya alih fungsi lahan sawah.

"Alih fungsi lahan tidak bisa dibendung sementara pemerintah tetap harus memberi makan sekitar 260 juta jiwa. Ini harus diantisipasi," ujarnya.

Ia menambahkan, jika memang dalam pelaksanaannya terdapat kekurangan, ia meminta berbagai pihak dapat membantu memberikan masukan. Pemerintah pun pasti akan mengevaluasi setiap kebijakan yang dilakukan.

"Kalau memang ada masalah, diperbaiki, tidak langsung menghentikan," tandasnya.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, luas sawah di Tanah Air saat ini mencapai 8,1 juta ha. Adapun, target cetak sawah baru tahun ini seluas 12 ribu ha. Jauh lebih rendah dari target tahun lalu yang mencapai 72 ribu ha.

Target lebih rendah diberlakukan karena pemerintah tahun ini, fokus pada optimalisasi lahan suboptimal yang diproyeksikan mencapai 60 ribu ha. Metode pemanfaatan lahan suboptimal dipilih karena dianggap lebih efisien dibandingkan program cetak sawah baru.

Pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2018, alokasi pemanfaatan 60.000 ha lahan suboptimal ditetapkan hanya sebesar Rp287,3 miliar. Bandingkan dengan alokasi cetak sawah periode 2017 yang mencapai Rp1,18 triliun untuk 72.033 ha. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya