Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI bulan puasa sudah memasuki hari ke empat, permintaan terhadap bahan pokok kebutuhan masyarakat justru turun. Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengatakan, penurunan permintaan itu terjadi hampir di seluruh komoditas, dan bahkan mencapai 50%.
"Permintaan tidak besar, bahkan ekstremnya (kata) pedagang (penurunan permintaan) itu 50% dibanding tahun lalu," ujar Abdullah saat dihubungi Media Indonesia di Jakarta, Minggu (20/5).
Menurut Abdullah kenaikan harga justru terjadi sepekan jelang puasa sehingga saat memasuki bulan puasa permintaan justru turun.
"Ini sedang dikaji apakah ada penurunan daya beli masyarakat karena faktor ekonomi," tukasnya.
Permintaan yang turun tersebut, memang tidak menyebabkan lonjakan harga yang signifikan. Namun harga bahan pokok juga masih belum stabil dan cenderung naik.
Ia menyebut harga minyak goreng per liter dari Rp12.200 menjadi Rp12.600, bawang merah per kg dari Rp35.000 menjadi Rp37.000, dan bawang putih dari Rp33.000 per kg menjadi Rp33.800.
Selain itu kenaikan juga terjadi pada daging ayam Rp34.500 per kg menjadi Rp35.500, lalu telur ayam dari Rp25.500 per kg menjadi Rp26.000, dan gula pasir Rp13.000 per kg menjadi Rp13.200.
Kenaikan itu juga menepis klaim pemerintah bahwa harga bahan pokok pada bulan puasa kali ini stabil. Sebab hampir semua komoditas harganya berada di atas harga eceran tertinggi (HET).
HET daging ayam Rp32.000 per kg, telur ayam Rp22.000 per kg, minyak goreng Rp10.500 per liter, bawang merah Rp26.000 per kg, dan bawang putih Rp38.000 per kg.
"Kalau harga stabil tidak mungkin di atas HET, hampir semua komoditas yang saya sebut di atas HET," tukasnya
Untuk itu, ia pun meminta Kemendag dan Kementan untuk melakukan koordinasi mengantisipasi lonjakan harga seminggu jelang lebaran. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved