Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Cirebon Power Komit Kurangi Emisi

Cahya Mulyana
15/5/2018 19:55
Cirebon Power Komit Kurangi Emisi
(Ilustrasi)

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan telah meluncurkan Pedoman Penghitungan dan Pelaporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Bidang Energi pada Sub Bidang Ketenagalistrikan.

Salah satu perusahaan pembangkit listrik swasta (independent power producer/IPP) yang berkomitmen untuk mendukung mengurangi emisi gas rumah kaca adalah konsorsium Cirebon Power.

Presiden Direktur Cirebon Power Heru Dewanto mengatakan pihaknya merupakan pelopor energi bersih. Cirebon Power mengoperasikan PLTU Cirebon 660 megawatt (Mw) dengan menggunakan teknologi super critical. Selain itu, Cirebon Power juga tengah membangun PLTU Cirebon Unit II yang merupakan pembangkit ekspansi dengan menggunakan teknologi ultra super critical.

"Hal tersebut merupakan upaya kita dalam membantu pemerintah mengurangi emisi gas rumah kaca dan menjaga lingkungan," ujar Heru, di Jakarta, Selasa (15/5).

Dalam kaitan buku pedoman yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Ketenaga Listrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Heru mengatakan buku tersebut bisa menjadi pedoman bagi pelaku industri untuk laporan dan menghitung emisi S02 dan NOX (baca juga: Pedoman Inventarisasi Gas Rumah Kaca Terbit). Menurutnya, sudah ada beberapa pembangkit lain yang ramah lingkungan.

"Kami selalu melaporkan inventarisasi gas rumah kaca secara berkala dan rutin. Kalau pemerintah menetapkan ambang batasnya 700, emisi SO2 dan NOX kita itu di bawah 200. Artinya pembangkit kita ramah lingkungan," ungkapnya.

Selain itu, Heru juga menuturkan bahwa internal konsorsium Cirebon Power juga telah memiliki program penghematan konsumsi energi dalam operasional dan pemeliharaan (O&M) pembangkit listrik. Hal itu sesuai dengan pedoman yang ditentukan oleh Kementerian ESDM.

Program tersebut dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari penggunaan sumber penerangan hemat energi, penerapan perkantoran ramah lingkungan, hingga meminimalisasi penggunaan kendaraan bermotor dalam areal pembangkit. Kini sepeda lebih banyak digunakan. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya