Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Genjot Keuangan Syariah, Pegadaian Libatkan Mahasiswa

Fetry Wuryasti
15/5/2018 18:40
Genjot Keuangan Syariah, Pegadaian Libatkan Mahasiswa
(ANTARA)

PT Pegadaian (Persero) bekerja sama dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) melakukan akselerasi inklusi dengan melibatkan mahasiswa dalam pengembangan industri keuangan syariah.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Sunarso mengatakan dukungan dan keterlibatan mahasiswa dan akademisi sangat diperlukan agar industri keuangan syariah dapat tumbuh lebih cepat, berkelanjutan, dan berdaya saing di era digital ekonomi. Dengan begitu industri syariah dapat berkontribusi lebih optimal dalam perekonomian nasional.

Menurut Sunarso, pengembangan industri keuangan syariah tidak dapat hanya mengandalkan pertumbuhan yang bersifat organik, tapi juga membutuhkan peran masyarakat. Khususnya anak muda, mahasiswa, pemerintah dan dunia usaha yang lebih besar lagi.

“Industri keuangan syariah nasional memiliki potensi begitu besar untuk terus tumbuh sehingga perannya semakin dirasakan dalam mendukung perekonomian Indonesia,” ungkap Sunarso, dalam Seminar Nasional Ekonomi Islam di Kampus Universitas Indonesia di Depok, Selasa (15/5).

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pembina DPW IAEI DKI Jakarta Mustafa Edwin Nasution mengatakan industri Syariah harus bisa berperan serta membantu pemerintah dalam mewujudkan Indonesia 4.0 yang diharapkan bisa membawa Indonesia menjadi negara 10 besar dunia pada 2030.

“Kami mengharapkan IAEI bisa memajukan kualitas SDM ahli ekonomi Islam dan juga memberikan masukan kebijakan yang konstruktif kepada pemerintah,” ujar Mustafa.

Lebih lanjut Sunarso mengatakan pangsa pasar perbankan syariah dan unit usaha syariah di Indonesia pada 2017 sudah mencapai 5,78%. Data OJK menunjukkan market share perbankan syariah dan unit usaha syariah mengalami pertumbuhan cukup tinggi 15,2% atau jauh lebih tinggi dari pertumbuhan perbankan konvensional secara nasional yang mencapai 8,4%.

"Perbankan syariah dan unit usaha syariah telah berhasil keluar dari five percent traps. Meskipun masih kecil market sharenya, pertumbuhan cukup tinggi yakni 15,2% atau jauh lebih tinggi dari pertumbuhan perbankan konvensional secara nasional," jelas Sunarso. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya