Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Ekspor Nonmigas Melemah Sumbang Defisit Dagang April 2018

Tesa Oktiana Surbakti
15/5/2018 18:05
Ekspor Nonmigas Melemah Sumbang Defisit Dagang April 2018
(MI/MOHAMAD IRFAN )

HARGA komoditas yang cenderung menurun tecermin pada kinerja ekspor nonmigas April 2018 senilai US$13,28 miliar, turun 6,80% ketimbang Maret 2018. Melemahnya ekspor nonmigas berdampak besar lantaran memiliki andil dominan hingga 91,80% terhadap kinerja ekspor April 2018.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengungkapkan komoditas ekspor nonmigas yang mengalami penurunan harga meliputi batu bara, karet, dan minyak kelapa sawit (CPO). Di sisi lain, harga komoditas yang naik meliputi aluminium, nikel dan coklat.

Ekspor migas tercatat US$1,19 miliar atau turun 11,32% jika dibandingkan dengan Maret 2018. “Berbicara kinerja ekspor April 2018 mencapai US$14,47 miliar atau turun dibandingkan ekspor Maret 2018. Sementara itu, dibandingkan April 2017, ekspor April 2018 naik 9,01%,” kata Kecuk, sapaan akrab Suhariyanto, dalam konferensi pers, di kantor BPS, Jakarta, Selasa (15/5).

Secara rinci, di kelompok industri pengolahan yang mengalami penurunan nilai ekspor mencakup minyak sawit, barang perhiasan, pakaian jadi dan konveksi. Kemudian, di kelompok ekspor pertambangan dan lainnya itu, meliputi ialah batubara, biji tembaga dan biji timbal.

Pelemahan nilai tukar rupiah sebagai imbas menguatnya dolar Amerika Serikat (AS), sambung Kecuk, nyatanya belum mampu mendorong kinerja ekspor nasional. Teorinya, memang pelemahan nilai tukar akan mempengaruhi kenaikan nilai ekspor lantaran transaksi mengacu pada kurs valuta asing. Sayangnya, struktur ekspor nasional masih bergantung pada komoditas.

Proporsi ekspor berbasis industri manufaktur, menurut Kecuk, bisa dikatakan relatif kecil. Alhasi,l begitu harga komoditas berfluktuasi, kinerja ekspor pun terdampak. Kecuk menekankan perlu dilakukan diversifikasi produk dan pasar untuk meningkatkan kinerja ekspor.

“Seharusnya dengan adanya pelemahan rupiah, ekspor lebih kompetitif. Ini kesempatan bagus untuk tingkatkan ekspor. Tapi perlu jadi catatan, struktur ekspor kita berbasis komoditas. Jadi struktur ekspor perlu dibenahi karena sangat dipengaruhi harga komoditas,” tukasnya.

Secara kumulatif, nilai ekspor sepanjang Januari-April 2018 mencapai US$58,74 miliar atau meningkat 8,77% dibandingkan periode sama tahun 2017.

Sebaliknya, total impor kumulatif sepanjang Januari-April 2018 tercatat US$60,05 miliar atau naik 23,65% jika dibandingkan dengan  periode serupa 2017 lalu sebesar US$48,57 miliar. Dengan begitu, neraca perdagangan Januari-April 2018 mengalami defisit US$1,31 miliar (baca juga: Impor Melonjak, Neraca Dagang April 2018 Defisit. (A-2)

 

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya