Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Impor Melonjak, Neraca Dagang April 2018 Defisit

Tesa Oktiana Surbakti
15/5/2018 17:55
Impor Melonjak, Neraca Dagang April 2018 Defisit
(ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

NERACA perdagangan Indonesia pada April 2018 mengalami defisit US$1,63 miliar. Tingginya impor yang mencapai US$16,09 miliar kemudian menggerus kinerja ekspor yang sebesar US$14,47 miliar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengemukakan impor April 2018 naik 11,28% jika dibandingkan dengan Maret 2018 yang tercatat US$14,46 miliar. Bila dibandingkan dengan April 2017 yang sebesar US$11,95 miliar, nilai impor April 2018 melonjak sekitar 34,68%.

Dari struktur golongan penggunaan barang, impor konsumsi April 2018 diketahui meningkat tajam sebesar US$1,51 miliar atau naik 28,56% ketimbang periode Maret 2018. Begitu juga terhadap April 2017, naik tajam 38,01%.

“Kenaikan impor April 2018 terjadi karena peningkatan impor termasuk barang konsumsi. Untuk barang konsumsi itu yang impornya meningkat itu bawang dengan nilai US$61,5 juta, daging beku senilai US$42,7 dan kelanjutan impor beras dari Thailand sebesar US$59,4 juta,” papar Suhariyanto dalam konferensi pers di gedung BPS, Jakarta, Selasa (15/5).

Komoditas lain yang berkontribusi mendongkrak impor barang konsumsi periode April 2018 mencakup buah pir dan apel dengan nilai berturut-turut US$26,3 juta dan US$36,1 juta.

Kecuk, sapaan akrab Suhariyanto, menekankan kenaikan impor barang konsumsi wajar terjadi seiring mendekatnya momentum Ramadhan dan Lebaran yang jatuh pada Mei-Juni 2018. Meski melonjak signifikan, impor barang konsumsi memiliki andil relatif kecil terhadap struktur impor secara keseluruhan, yakni 9,39%.

Sementara itu, impor bahan baku atau penolong tercatat US$11,96 miliar atau naik sebesar 10,73% jika dibandingkan dengan Maret 2018. Begitu juga terhadap impor April 2017, naik sebesar 33,0%.

Impor bahan baku berkontribusi dominan hingga 74,32% pada kinerja impor April 2018. Tidak hanya itu, impor barang modal April 2018 senilai US$2,62 miliar juga mengalami kenaikan 6,59% jika dibandingkan dengan Maret 2018.

Adapun terhadap periode April 2017, impor barang modal 2018 diketahui naik sebesar 40,81%. Kontribusi impor barang modal dalam struktur impor mencapai 16,29%.

“Dua golongan yaitu impor bahan baku atau penolong, berikut barang modal memiliki kontribusi cukup besar terhadap impor. Diharapkan dengan kenaikan impor bahan baku atau penolong akan menggerakkan industri dalam negeri, begitu juga kenaikan impor barang modal mempengaruhi investasi. Artinya di sini pelaku industri optimistis sehingga meneruskan kinerjanya,” urai Kecuk.

Kenaikan impor April 2018 turut dipengaruhi tingginya impor nonmigas senilai US$13,77 miliar atau naik 12,68% ketimbang Maret 2017. Demikian juga terhadap April 2017, naik 34,68%.

Impor migas April 2018 tercatat US$2,32 miliar atau naik tipis 3,62% jika dibandingkan dengan Maret 2018. Tetapi, apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, kenaikan mencapai 40,89%.

Total impor kumulatif sepanjang Januari-April 2018 tercatat US$60,05 miliar atau naik 23,65% jika dibandingkan dengan  periode serupa 2017 lalu sebesar US$48,57 miliar. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya