Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Semen Baturaja Raup Berkah dari Pelemahan Rupiah

Cahya Mulyana
11/5/2018 15:05
Semen Baturaja Raup Berkah dari Pelemahan Rupiah
(MI/Dwi Apriani)

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk mengekspor semen setengah jadi (clinker) ke Australia. Pada ekspor perdana kali ini, clinker diangkut dari Pelabuhan Panjang, Lampung menuju Pelabuhan Bulwer Island, Brisbane, Australia. Kapal pengangkut dilepas pada Rabu, 9 Mei 2018 pukul 13.30 WIB.

Direktur Utama Semen Baturaja (SMBR) Rahmad Pribadi mengatakan sejak Semen Baturaja berdiri pada 1974, baru pada kesempatan kali ini ekspor mulai dilakukan. Hal itu bersamaan dengan terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Saya pikir saat ini adalah momentum yang paling tepat untuk memulai ekspor, termasuk ekspor clinker yang baru saja kami lakukan,” ujar Rahmad dalam keterangan resmi, Jumat (11/5)

Terkait pelemahan rupiah yang minggu ini telah menembus RP14.000, Rahmad mengutarakan hal tersebut harus disiasati secara cerdas, agar bisa menjadi berkah buat perseroan. Pelemahan rupiah justru dapat menguntungkan eskportir sekaligus meningkatkan ekspor Indonesia ke negara lain.

Rahmad mengemukakan ekspor perdana kali ini merupakan uji pengiriman (trial cargo) dengan volume sebesar 30 ribu metrik ton. Nilainya, menurut Rahmad sekitar 1 juta dollar AS.  “Apabila trial cargo berhasil dengan baik, akan diikuti dengan kontrak jangka panjang,” imbuhnya

Pada ekspor perdana Semen Baturaja, PT Sucofindo (Persero) menjadi lembaga yang ditunjuk sebagai surveyor yang melakukan pengambilan sampling dan analisis clinker yang akan diekspor. “Baik pramuat maupun saat memuat,” ujarnya.

PT Pelindo II (Persero) cabang Panjang, Lampung, lanjut Rahmad, berperan sebagai lembaga yang ditunjuk Semen Baturaja untuk jasa stevedoring dan trucking di Pelabuhan Panjang.

Rahmad mengemukakan Semen Baturaja mengekspor clinker sebagai langkah strategis perseroan untuk mengantisipasi kelebihan pasokan semen di Indonesia, meningkatkan utilisasi pabrik yang ada, dan menyiasati pelemahan kurs rupiah.

Selain itu, Semen Baturaja, kata Rahmad, juga ingin membuktikan produk klinker dan semennya memenuhi standar kualitas ekspor di Australia, yang selama ini sulit ditembus.  “Karena persyaratannya sangat ketat,” ujarnya.

Rahmad menjelaskan prospek ekspor clinker dan semen ke sejumlah negara saat ini sangat menjanjikan. Ia memprediksi akan terjadi lonjakan permintaaan pada 2018 dan pada tahun-tahun berikutnya.

"Peningkatan ekspor akan berdampak pada perekonomian nasional yang akan semakin membaik," tutupnya. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya