Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri menyebut pada Ramadan tahun ini harga pangan terindikasi akan naik secara terus menerus. Keinginan pemerintah untuk mengulang capaian positif pada Ramadan tahun lalu pun diprediksi sulit terjadi.
Di Ramadan tahun lalu harga pangan tergolong stabil dengan inflasi terendah sejak 2014 yakni sebesar 1,08%.
"(Harga pangan stabil seperti ramadhan tahun lalu) agak sulit, karena tahun lalu dikerjakan dengan sangat detail dan terkoordinasi," ujar Abdullah saat dihubungi Media Indonesia di Jakarta, Kamis (10/5).
Menurut Abdulla, harga stabil pada Ramadan tahun lalu tidak lepas dari koordinasi yang kuat antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, asosiasi pedagang, asosiasi petani, pengusaha, Polri, dan KPPU.
"Tahun lalu diundang komunikasi bicara soal stok, harga, sehingga ada kenyamanan psikologi, kalau sekarang kurang terkoordinasi," ungkap Abdullah.
"Tahun lalu saja sebulan sebelum puasa IKAPPI dan Kemendag kerja sama, tahun ini sampai sekarang belum ada," sambungnya.
Untuk itu, Abdullah meminta kepada kementerian terkait untuk kembali memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait, seperti yang dilakukan pada Ramadan tahun lalu.
Kementan juga harus melakukan pemetaan wilayah produksi komoditas pangan yang rentan naik pada bulan puasa seperti bawang, cabai, minyak goreng, ayam, telur, daging sapi, dan gula pasir. Setelah itu berkoordinasi dengan Kemendag untuk memperlancar distribusi.
Koordinasi yang berkurang antara Kementan dan Kemendag, menurutnya sangat bahaya sebab hal itu akan membuat stok dan harga pangan saat Ramadan bisa bergejolak.
"Jangan sampai Kementan bilang aman tetapi waktu distribusi diambil alih pengusaha besar, ritel besar, supermarket besar akhirnya di pasar stok kurang. Begitu juga kalau dibilang aman tapi di lapangan tidak ada (barangnya) bagaimana pertanggungjawabannya," jelas Abdullah.
Jika sudah terkoordinasi, lanjut Abdullah, tinggal pengawasan di lapangan melalui sidak atau operasi oleh satgas pangan.
Indikasi kenaikan harga pangan itu, menurut Abdullah, mulai nampak di beberapa komoditas. Contohnya daging ayam, seminggu sebelumnya harga daging ayam per kg masih dijual rata-rata Rp33 ribu, namun saat ini sudah mencapai Rp35 ribu. Selanjutnya, harga telur ayam per kg yang naik dari Rp24 ribu menjadi Rp25 ribu.
"Lalu minyak dari Rp11.900 ke Rp12.500, gula pasir Rp13 ribu, kalau daging (sapi) masih relatif terjaga," pungkas Abdullah. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved