Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Pengurangan Angka Pengangguran Dampak Positif Investasi

Erandhi Hutomo Saputra
08/5/2018 21:40
Pengurangan Angka Pengangguran Dampak Positif Investasi
(Ist)

ANGKA pengangguran yang turun sebanyak 140 ribu orang dari 7,01 juta pada Februari 2017 menjadi 6,87 juta pada Februari tahun ini disambut baik kalangan pengusaha.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menilai penurunan tersebut menunjukkan adanya dampak positif dari investasi. Sekalipun, kata dia, tahun lalu tekanan ekonomi yang menimpa dunia usaha begitu besar khususnya karena daya beli yang melemah.

"Kalau terjadi penurunan (penggangguran) bagus, menunjukkan bahwa ada pergerakan di investasi yang bisa menyerap tenaga kerja kita," ujar Hariyadi saat dihubungi Media Indonesia di Jakarta, Selasa (8/5).

Hariyadi mendukung langkah pemerintah yang telah mengeluarkan aturan tax holiday yang akan disusul kebijakan super deductable tax. Insentif fiskal itu akan semakin meningkatkan jumlah investasi.

Akan tetapi, Hariyadi menilai peningkatan investasi nantinya belum tentu berdampak besar pada penyerapan tenaga kerja. Sebab selama ini tren investasi lebih banyak padat modal ketimbang padat karya.

"Yang padat karya stagnan jadi kalau kepada penyerapan (tenaga kerja) dampaknya tidak begitu besar, tapi kalau nilai investasi akan meningkat," tukasnya.

Tren kenaikan investasi yang cenderung belum berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja itu terlihat dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Sepanjang 2017 lalu realisasi investasi tercatat Rp692,8 triliun. Angka itu naik 13,1% bila dibandingkan dengan realisasi pada 2016 yang sebesar Rp613 triliun.

Kenaikan investasi itu berbanding terbalik dengan penyerapan tenaga kerja yang justru menurun. Dari data BKPM realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia pada periode Januari–Desember 2017 mencapai 1.176.353 orang. Jumlah tersebut menurun bila dibandingkan dengan 2016 yang sebesar 1.392.398 orang.  

Ketika dihubungi terpisah, Wakil Ketua Umum Kadin Shinta Kamdani menilai penurunan angka pengangguran itu di satu sisi positif. Di sisi lain penurunan angka pengangguran karena beralih menjadi tenaga kerja informal tidak baik untuk kesejahteraan pekerja tersebut.

"Memang banyak yang pindah menjadi tenaga kerja informal tapi ini tidak stabil dari segi pekerjaaan dan penghasilan," ucapnya.

Shinta sependapat bahwa investasi bisa membantu untuk memperbanyak penyerapan tenaga kerja. Terlebih pemerintah menyiapkan berbagai insentif pajak.

"Tapi program ini baru saja diluncurkan jadi belum tahu seberapa besar akan membantu (penyerapan tenaga kerja)," pungkasnya. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya