Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
COMPACT Indonesia, program kerja sama pembangunan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengurangi kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi, telah mencapai tahap akhir implementasi.
Sejak 3 April 2013 atau lima tahun lalu, Compact Indonesia telah berkontribusi pada prioritas nasional dalam tiga sektor utama, yakni kemakmuran hijau, pencegahan stunting, dan modernisasi pengadaan yang melahirkan sejumlah inovasi pembangunan.
"Compact telah banyak berkontribusi ke pembangunan nasional. Compact memiliki nilai strategis yang menekankan pada solusi hidup dalam negara terutama pengelolaan sumber daya dengan tiga program yang akan membangun model-model pembangunan yang tepat dan efektif," ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam acara penutupan Compact Indonesia di Ayana Midplaza, Jakarta, Selasa (8/5).
Bambang melanjutkan, Compact telah mengangkat isu stunting yang diatasi dengan meningkatkan akses kesehatan dan sanitasi hingga menghasilkan stunting summit nasional pada 28 Maret lalu.
"Stunting akan diangkat pada rapat terbatas dan akan diangkat jadi gerakan nasional dalam beberapa tahun ke depan. Saat bulan puasa atau sebelum bulan puasa, Presiden Joko Widodo akan mencanangkan gerakan nasional mencegah stunting," tambahnya.
Compact Indonesia telah mengembangkan model penanganan stunting yang mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat, penguatan pelayanan kesehatan, dan kampanye perubahan perilaku untuk mendukung target nasional penurunan prevalensi stunting menjadi 28% pada 2019.
Melalui Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis ‘Masyarakat untuk Mengurangi Stunting (PKGBM), Compact menjangkau 2 juta balita di 11 provinsi, 64 kabupaten, dan 5.700 desa.
Lebih dari 30.000 tenaga kesehatan telah terlatih untuk gizi, sanitasi, dan monitoring-evaluasi, kampanye gizi nasional telah menjangkau Iebih dari 48 juta orang.
Compact Indonesia berhasil menguatkan komitmen pemerintah dari tingkat desa hingga pimpinan tertinggi negara untuk bekerja bersama Iintas sektor demi menangani stunting.
Investasi Compact Indonesia melalui proyek kemakmuran hijau telah berkontribusi mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 1 juta metrik ton per tahun, sejalan dengan Rencana Aksi NasionaI-Penurunan Gas Rumah Kaca dan upaya internasional dalam hal yang sama.
"Ini dicapai melalui berbagai upaya, yaitu pengembangan energi terbarukan total 12,3 MW di 11 provinsi, restorasi 16.580 hektar Iahan gambut mengingat Indonesia adalah negara dengan lahan gambut keempat terbesar, pertanian berkelanjutan melibatkan 121.143 petani, penanaman 2 juta pohon, dan tata guna Iahan partisipatif di 40 kabupaten dalam kerangka Kebijakan Satu Peta," jelas Bambang.
Beragam inovasi yang dihasilkan seperti kemitraan masyarakat dan swasta dalam mengelola perusahaan listrik desa yang telah dilakukan di Mentawai dengan menggunakan biodiesel dengan bahan baku bambu yang dapat ditanam oleh masyarakat setempat untuk dijual kepada perusahaan listrik setempat.
"Proyek itu dapat menjadi contoh bagi pulau-pulau terpencil untuk melakukan hal yang sama untuk belajar sistem dan sumber daya alam lokal yang dapat mengentaskan kemiskinan serta ketimpangan," sahutnya.
Melalui Proyek modernisasi pengadaan, kapasitas 1.590 profesional pengadaan telah dikembangkan, kelembagaan Unit Layanan Pengadaan (ULP) diperkuat dengan 43 ULP permanen dan 30 pada tahap Centre of Excellence, penghematan Rp30,3 miliar melalui kontrak katalog, serta Sistem Manajemen Informasi Pengadaan (PMIS) yang diadopsi ULP dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dibangun.
Proyek itu menjadi investasi terbesar pemerintah Indonesia dalam upaya mereformasi pengadaan pemerintah agar lebih transparan, akuntabel, dan profesional sesuai PP No.16/2018 tentang pengadaan jasa dan barang pemerintah.
"Ke depan intervensi lebih luas diperlukan sehingga dampaknya lebih berarti. Skala jangkuan sangat penting untuk menjaga dan mengawal keberlanjutan hasil Compact, mendiseminasikan praktik terbaik, diangkat dan direplikasi ke seluruh Indonesia," tuturnya.
Bambang meminta kerja sama para pemimpin daerah di 100 kabupaten dan 28 provinsi untuk turut menjalankan hal tersebut agar tiga proyek bermanfaat untuk mencapai 17 SDGs (tujuan pembangunan berkelanjutan).
"Jika memang hasil Compact pertama diatur dengan baik pastinya Indonesia akan bangga kalau Compact bisa dapat dilanjutkan kedepannya," tambahnya.
Wakil Presiden dan Sekretaris Dewan Millennium Challenge Corporation (MCC), Jeanne Hauch yang hadir mengapresiasi hasil positif Compact Indonesia dan optimistis Indonesia mampu menggunakan investasi tiga program tersebut untuk memajukan bangsa.
"Kami bangga dengan hasil yang sudah dicapai dan tidak sabar melihat bagaimana masyarakat Indonesia melanjutkan kesuksesan ini," jelas Jeanne Hauch.
Sebagai contoh dalam program kemakmuran hijau, investasi US$33 juta oleh MCC memberi tambahan US$26 juta dalam pembiayaan bersama dalam pertanian berkelanjutan, pengelolaan lahan gambut, dan energi terbarukan, termasuk keterlibatan dengan mitra sektor swasta besar seperti Mars, Cargill, Nestle, dan Unilever.
Investasi MCC sebesar US$19 juta di sektor kakao juga menghasilkan investasi tambahan yang substansial dari sektor swasta dan akan menjangkau hampir 90.000 rumah tangga kakao di enam provinsi utama penghasil kakao di Indonesia.
Wakil Duta Besar Amerika Serikat (AS), Erin Mckee, mengatakan, "Saya merasa terhormat berada di sini bersama dengan para staf MCC baik dari Amerika Serikat dan Indonesia untuk menyaksikan penutupan proyek dengan dana Rp5,5 triliun."
Compact yang didesain, diidentifikasi, dilaksanakan, dan ditujukan untuk dan oleh Indonesia itu sesuai dengan prioritas pembangunan nasional yakni pertumbuhan ekonomi, pencegahan stunting, dan eliminasi kemiskinan dengan harapan akan berlanjut hingga beberapa dekade ke depan. (A-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved