Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Kuartal Pertama Pertumbuhan Ekonomi Lanjutkan Tren Positif

Andhika Prasetyo
07/5/2018 15:00
Kuartal Pertama Pertumbuhan Ekonomi Lanjutkan Tren Positif
(ANTARA)

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2018 sebesar 5,06%. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada periode sama di tahun sebelumnya yang hanya mencapai 5,01%.

Kenaikan itu meneruskan tren positif pada setiap kuartal pertama di mana sejak 2015 angka pertumbuhan ekonomi selalu lebih tinggi dibandingkan priode sebelumnya. Tercatat, pada kuartal pertama 2015, angka pertumbuhan ekonomi sebesar 4,83%. Kemudian naik pada periode sama tahun berikutnya menjadi 4,94%. Kembali naik menjadi 5,01% pada 2017 dan akhirnya mencapai 5,06% pada tahun ini.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan tren tersebut merupakan hal positif yang tentunya didorong berbagai faktor-faktor baik dari dalam dan luar negeri.

"Harga komoditas di pasar internasional secara umum, baik migas dan nonmigas semakin membaik. Harga minyak mentah di pasar global pada triwulan pertama 2011 masih sebesar US$52 per barel, sekarang sudah naik 24,34% menjadi US$64,70 per barel. Untuk komoditas nonmigas seperti produk pertanian lalu alumunium, timah, seng dan tembaga juga terus tumbuh," ujar Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin (7/5).

Hal tersebut jelas mendorong kinerja ekspor dimana pada kuartal pertama 2018, nilai ekspor Indonesia sudah menyentuh US$44,26 miliar atau tumbuh 8,78% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Jika mengacu pada sisi pengeluaran, struktur pertumbuhan ekonomi nasional pada periode ini masih ditopang oleh komponen konsumsi tumah tangga dengan kontribusi sebesar 56,8% dengan laju pertumbuhan mencapai 2,72% Pada kuartal pertama 2018, konsumsi rumah tangga tumbuh tipis menjadi 4,95% dari periode sama 2017 yakni 4,94%.

Suhariyanto menyebutkan, pada komponen itu, peningkatan terjadi di seluruh sektor mulai dari pakaian, alas kaki, jasa perawatan dan restoran serta hotel serta hal lainnya.

"Penjualan sepeda motor tumbuh 3,99% dibandingkan triwulan pertama 2017. Penjualan eceran sandang juga bagus, tingkat penghunian kamar hotel juga bagus. nilai transaksi kartu kredit dan debit tumbuh menggembirakan," terang Pria yang akrab disapa Ketjuk itu.

Walaupun hanya naik tipis dari 4,94% menjadi 4,95%, Ketjuk mengatakan itu sangat berpengaruh besar pada angka pertumbuhan ekonomi karena sebagaimana telah diungkapkan, konsumsi rumah tangga memiliki kontribusi yang sangat besar hingga 56,8% pada periode ini.

"Pergerakan sedikit saja akan berpengaruh ke angka pertumbuhan ekonomi," tuturnya.

Di luar konsumsi rumah tangga, komponen lainnya dari sisi pengeluaran ialah pembentukan tetap modal bruto (PMTB) yang pada mencapai 32,12% dengan laju pertumbuhan sebesar 2,54%.

 

Realisasi APBN

Sedangkan, komponen konsumsi pemerintah, walaupun hanya memiliki kontribusi 6,31%, dianggap sudah jauh lebih baik dari periode sebelumnya karena mampu tumbuh 2,73%.

"Yang mendorong konsumsi pemerintah naik adalah realisasi belanja barang dan bantuan sosial (bansos) yang naik tinggi. Belanja barang naik 8,28% dan bansos naik 87,57%. Belanja pegawai juga naik sehingga kombinasi ini menyebabkan konsumsi pemerintah tumbuh 2,73%," tandasnya.

Realisasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah (APBN) pada kuartal pertama sudah mencapai Rp419,06 triliun atau 18,87% dari pagu 2018 sebesar Rp2.220,70 triliun.

Angka tersebut tumbuh jiika dibandingkan dengan periode sebelumnya dimana realisasi APBN hanya 18,75%. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya