Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KINERJA industri manufaktur nasional masih positif tercermin dari pertumbuhan produksi yang berhasil dicatat di tiga bulan pertama tahun ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (IBS) pada triwulan I 2018 naik 5,01% dari periode sama tahun lalu. Begitu juga dengan produksi industri manufaktur mikro dan kecil (IMK) triwulan I 2018 yang naik 5,25% (yoy).
Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M Habibullah memaparkan kenaikan produksi sektor IBS dipengaruhi kenaikan produksi industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki sebesar 18,87% (yoy).
BPS masih mencermati faktor pendorong kenaikan produksi, namun diperkirakan terdapat peningkatan permintaan domestik. Belum dapat dipastikan sejauh mana pengaruh permintaan global yang mendorong kenaikan produksi.
Sementara itu, penurunan produksi terbesar menyasar pada sektor industri komputer, barang elektronik dan optik hingga 13,36%," jelas Habibullah dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (2/5).
Di sisi lain, Sulawesi Tenggara disebut sebagai wilayah yang mengalami pertumbuhan produksi IBS tertinggi pada kuartal I 2018 sebesar 20,57% (yoy). Adapun Sumatra Barat menjadi provinsi dengan pertumbuhan produksi industri manufaktur terendah, yakni 16,27%.
Sedangkan kalau melihat dari perbandingan antara triwulan I 2018 dan triwulan IV 2017 (q-to-q), jenis IBS yang mengalami pertumbuhan produksi tertinggi yaitu industri pencetakan dan reproduksi media rekaman yang naik 13,54%. Pertumbuhan produksi di industri peralatan listrik sebesar 7,55%,
Kinerja produksi industri manufaktur mikro dan kecil (IMK) triwulan I 2018 tercatat naik 5,25% dibandingkan trwiulan I 2017 (yoy). Kenaikan tersebut disokong naiknya produksi industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia sebesar 33,37%. Sedangkan industri yang mengalami penurunan produksi terbesar hingga 50,87% ialah industri pengolahan tembakau.
Dari aspek wilayah, pertumbuhan produksi IMK tertinggi menyasar Kalimantan Timur yang mengalami kenaikan 43,20%. Adapun provinsi dengan pertumbuhan terendah sebesar 5,12% yaitu Sulawesi Barat.
Dari sisi perbandingan antara triwulan I 2018 dan triwulan IV 2017 (q-to-q), pertumbuhan produksi IMK juga naik 3,09%. Industri dengan kenaikan produksi tertinggi sebesar 8,71%, yaitu industri mesin dan perlengkapan yang tidak termasuk dalam lainnya.
"Sama dengan IBS, industri level IMK yang mengalami penurunan produksi terbesar ialah industri komputer, barang elektronika dan optik sebesar 10,70%," katanya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved