Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Jokowi Beberkan Ancaman Bagi Industri Migas

Erandhi Hutomo Saputra
02/5/2018 12:07
Jokowi Beberkan Ancaman Bagi Industri Migas
(ANTARA/Puspa Perwitasari)

Presiden Joko Widodo menyebut perkembangan teknologi yang maju secara pesat menjadi ancaman pada industri minyak dan gas (migas). Tanda-tanda itu menurut Presiden, terlihat dalam daftar sepuluh perusahaan yang memiliki kapitalisasi terbesar yang telah berubah dalam 8 tahun terakhir.

"Tahun 2010 dari sepuluh perusahaan dengan kapitalisasi terbesar 5 merupakan perusahaan migas ada ExxonMobil disitu kedua Petrochina, Petrobas ketujuh, Royal Dutch Shell di urutan 9 dan BHB Billiton di urutan 4," ujar Jokowi dalam sambutannya di acara Konvensi dan Pameran Indonesia Petroleum Association (IPA) ke-42 di Jakarta Convention Center, Rabu (2/5).

Jika pada 2010 masih ada lima perusahaan migas dalam daftar 'Top 10', pada tahun ini hanya satu perusahaan migas yang masuk daftar yakni ExxonMobil. Dengan fakta tersebut, Jokowi menyebut saat ini telah masuk era teknologi booming dan e-commerce booming.

"Tapi saat ini di 2018 sepuluh perusahaan drngan nilai besar di dunia berubah total, perusahaan migas tidak ada disitu, hanya satu Exxon, urutan satu sampai lima coba semua perusahaan IT (ada) Apple, Google Microsoft, Amazon dan Tencent, kmudian ada Alibaba dan Facebook," imbuhnya.

Ancaman selanjutnya, kata Jokowi, yakni berkembangnya energi baru terbarukan (EBT) yang diprediksikan akan mengurangi permintaan minyak sebesar 279 ribu barrel per hari.

Pemanfaatan EBT itu terlihat dengan mulai berkembangnya kendaraan listrik. Berdasarkan artikel yang ia baca di Bloomberg, menurut Jokowi, Tiongkok sudah mulai mengganti 100 ribu bus dan angkutan publiknya dengan kendaraan listrik setiap tahun.

"Dan fenomena bus listrik ke depan akan menjalar ke seluruh dunia, London, Paris, Los Angeles, Mexico City dan sebentar lagi Jakarta tapi terserah pak Gub (Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan) dan Wagub (Sandiaga Uno)," tukasnya.

"Listrik akan menghilangkan permintaan minyak global tahun ini sekitar 279 ribu barrel per hari, ini ekuivalen dengan konsumsi nasional di Yunani," pungkasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya