Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Aksi Jual Berlebihan Pupuskan Harapan IHSG Terkerek

Fetry Wuryasti
29/4/2018 11:57
Aksi Jual Berlebihan Pupuskan Harapan IHSG Terkerek
(ANTARA/Muhammad Adimaja)

PASCAKENAIKAN pada pekan sebelumnya, laju IHSG periode 23-27 April kembali berbalik melemah. Kenaikan yang terjadi sebelumnya terhapuskan oleh adanya aksi jual karena kepanikan berlebihan terhadap pelemahan nilai tukar Rupiah.

Pergerakan IHSG di pekan kemarin melemah 6,60 persen atau di bawah dari pekan sebelumnya yang naik 1,07 persen. Adapun high level yang diraih mencapai 6335 di bawah sebelumnya di 6360 dan level terendah yang dicapai mencapai 5885 dari sebelumnya 6259.

Peningkatan tajam sejumlah imbal hasil obligasi AS 10 tahun yang menyentuh 3, 03% membuat laju mayoritas indeks saham Asia di awal pekan kemarin kembali melemah. Kondisi inipun berimbas pada terjadinya aksi jual di dalam negeri sehingga membuat laju IHSG kembali melemah.

Pergerakan Rupiah yang kembali melanjutkan pelemahannya, meski sempat menguat tipis, memberikan imbas negatif pada laju IHSG yang kembali melemah. Secara psikologis pun, pelaku pasar cenderung terlihat panik dan cenderung mengamankan posisi.

Meski pada Jumat (27/4) IHSG sempat menguat 0,17% ditutup pada level 5.919,238 dari penutupan sebelumnya 5.909,198. Namun Rupiah ditutuo melemah 0,01% pada level 13.893 per dolar AS dari penutupan sebelumnya 13.891.

"Melonjaknya imbal hasil obligasi AS yang berimbas pada terapresiasinya USD membuat pergerakan Rupiah kembali mengalami pelemahan,"

Begitupun dengan pasar obligasi yang juga merana karena imbas terapresiasinya USD dan imbal hasil obligasi AS tersebut. IHSG pun terhempas sehingga pelemahan pun kembali berlanjut.

Masih adanya imbas dari melonjaknya imbal hasil obligasi AS dan terapresiasinya USD membuat laju IHSG masih terjerembab dalam teritori negatif.

"Adanya sejumlah berita positif yang dibarengi dengan sentimen makro dari langkah pemerintah yang relatif lebih positif tampaknya tidak mampu menghalangi terjadinya aksi jual," ujar analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, Minggu (29/4).

Laju IHSG di akhir perdagangan pekan kemarin mampu berada di zona hijau meski hanya mengalami kenaikan tipis. Adanya aksi beli kembali di akhir perdagangan mampu mengangkat IHSG setelah sepanjang perdagangan berada di zona merah.

Asing mencatatkan nett sell Rp 5,30 triliundari pekan sebelumnya nett sell Rp 1,52 triliun. Masih maraknya aksi jual membuat posisi transaksi asing menjadi net sell dimana hingga pekan kemarin membuat nilai transaksi asing tercatat jual bersih Rp 32,81 triliun di atas sebelumnya yang masih net sell Rp 27,51 triliun (YTD).

Sedangkan untuk perkiraan seminggu ke depan 30/4 - 4/5, prrgerakan IHSG di pekan depan diperkirakan akan berada pada kisaran level support 5825-5886 dan resisten 5966-5987 dibandingkan pekan sebelumnya di level support 6285-6300 dan resisten 6366-6387.

Harapan akan adanya kenaikan terhapuskan oleh aksi jual berlebihan pelaku pasar. Diharapkan aksi jual dapat tertahan dan dapat dimanfaatkan untuk kembali masuk.

Diharapkan juga sentimen dari dalam negeri dapat kembali lebih positif untuk menahan pelemahan IHSG dan mengimbangi sentimen negatif dari eksternal.

"Peluang rebound dapat kembali terjadi jika didukung oleh aksi beli. Meski diharapkan kembali adanya pergerakan positif namun, tetap mewaspadai juga terdapat potensi pelemahan kembali seiring masih adanya aksi jual," tukas Reza. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya