Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Indonesia Bisa Jadi Milan-nya Busana Muslim

Rudy Polycarpus
26/4/2018 17:44
Indonesia Bisa Jadi Milan-nya Busana Muslim
(MI/Usman Iskandar)

Pelaku industri busana muslim Indonesia juga sangat banyak tapi belum ada promosi, branding, dan pusat informasi. Padahal, dengan penduduk muslim terbesar dunia dan budaya yang beragam seharusnya bisa menjadi modal kuat bagi Indonesia.

Demikian disampaikan Presiden Indonesia Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma seusai pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/4). Untuk menguatkan branding, ujar Ali, perlu dilakukan promosi besar-besaran.

"Kita ingin membawa dunia ke Indonesia untuk busana muslim. Jadi dengan mengusung, kita tak membawa pelaku usaha ke luar negeri, tapi kita membawa pelaku usaha internasional ke dalam negeri. Itu jauh lebih efisien secara biaya dan branding promosi Indonesia sebagai pusat mode muslim," ujarnya.

Menurutnya Ali, Indonesia bisa menjadi kiblat fesyen busana muslim layaknya Milan, Paris dan Tokyo yang sudah kesohor sebagai pusat model. Pasalnya, sampai saat belum negara yang menjadi kiblat busana muslim.

Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar, jelasnya, keunggulan Indonesia tidak hanya dari segi pasar, namun juga keberagaman budaya.

"Busana muslim kita sangat beragam, cocok dengan timur tengah, muslim amerika, muslim Eropa, Turki, Asia juga. Jadi ada semua di Indonesia. Jadi Itulah salah satu kekuatan busana muslim Indonesia," pungkasnya.

Distrik Khusus
Dalam rangka menggenjot pasar busana muslim, Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) akan membuat distrik pusat penjualan. Rencananya, distrik busana muslim bakal dibangun di Pasar Baru, Jakarta Pusat atau Kota Tua, Jakarta Barat.

Ketua Pokja KEIN Irfan Wahid mengatakan, usulan ini telah disampaikan ke Presiden Joko Widodo dalam pertemuan dengan pelaku usaha busana muslim di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/4).

"Intinya itu akan menjadi semacam Harajuku-nya Tokyo. Tapi khusus untuk muslim fashion. Jadi akan menjadi pusat turis," tandasnya seusai pertemuan dengan Presiden.

Menurut Irfan, Indonesia baru dikenal baru sebatas pengguna saja, belum menjadi pelaku usaha. Padahal, pangsa pasar dalam negeri sangat besar, termasuk juga pasar ekspor.

"Kita ini cuman terkenal lima pengguna saja, tapi kita sebagai pelaku sebagai pemain sepuluh besar juga belum termasuk. Nah ini yang mau kita kejar," tandasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya