Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

PLN Masih Fokus ke PLTU karena Murah

Cahya Mulyana
25/4/2018 13:31
PLN Masih Fokus ke PLTU karena Murah
(ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra)

PT PLN masih fokus untuk membangun PLTU dalam  rencana umum penyediaan tenaga listrik (RUPTL) 2018-2027. Pasalnya, karena harga jual listrik PLTU lebih murah dibandingkan dengan pembangkit lain.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosidin menjelaskan, saat ini, harga listrik dari PLTU di angka US$ 4 sen sampai US$ 5 sen per kilo watt hour (kWh). Harga listrik yang murah akan menghasilkan beban tarif listrik yang rendah. Dampaknya, masyarakat bisa menjangkaunya dan industri mampu lebih bersaing dengan negara lain.

"PLTU memang sekarang jadi pilihan utama, itu yang paling murah. Karena lebih murah, kami bangun PLTU terus. Kami bisa jual listrik murah ke industri, tarif bisa turun sehingga industri berkembang," jelas Amir.

Selain itu, PLTU juga digunakan sebagai andalan pasokan listrik untuk memenuhi daerah yang masih mengalami defisit listrik.  "Kami harus menutupi pemandaman yang lama dengan membangun pembangkit. Masih dibutuhkan sesuai dengan program kita," tambahnya.

Namun menurut Amir, banyak PLTU yang terkendala perizinan, seperti perizinan lingkungan. Padahal, menurutnya, PLTU sudah menggunakan teknologi boiler super critical yang mengurangi polusi.

"Kami sosialisasi dengan masyarakat bahwa ini tidak ada apa-apa. Teknologi-teknologi baru Ultra Super Critical debunya lebih rendah, polusinya lebih rendah," kata Amir, dalam keterangan pers. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya