Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Rupiah Melemah, Pemerintah Jangan Panik

Andhika Prasetyo
24/4/2018 19:53
Rupiah Melemah, Pemerintah Jangan Panik
(MI/Susanto)

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani meminta pemerintah tidak panik dalam menyikapi pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat yang kini hampir menembus Rp14.000. Situasi saat ini, lanjutnya, bukanlah sebuah bencana besar.

“Ekonomi kan fleksibel, kita selalu bisa beradaptasi. Yang penting masyarakat tidak panik, pemerintah tidak panik. Kepanikan hanya akan memperburuk situasi,” ujar Hariyadi usai Musyawarah Nasional Apindo di Jakarta, Selasa (24/4).

Kondisi rupiah yang terus melemah tentu memberikan dampak negatif bagi dunia industri, terutama dari sektor-sektor yang sebagian besar bahan bakunya harus diimpor seperti farmasi dan bahan-bahan kimia.

Kendati demikian, ia tetap mengimbau agar pemerintah menjadikan titik ini sebagai sebuah peringatan. Peringatan untuk terus menggenjot industri di dalam negeri dan meningkatkan volume ekspor, baik dengan diversifikasi produk maupun perluasan pasar.

“Kalau dari pengelolaan devisa, kita sudah cukup baik. Yang menjadi problem utama adalah bagaimana kita bisa meningkatkan ekspor. Potensi kita sangat besar. Dari perikanan misalnya. Jadi kementerian terkait seharusnya lebih fokus dalam menciptakan kebijakan yang bisa mendorong agar industri bisa berkembang. Ini peringatan agar pemerintah dapat mengelola kebijakan dan ekonomi dengan baik,” jelasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya