Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

BI Intervensi Pasar, Ekonom: Ada Alternatif Lain Stabilkan Rupiah

Erandhi Hutomo Saputra
24/4/2018 17:21
BI Intervensi Pasar, Ekonom: Ada Alternatif Lain Stabilkan Rupiah
(MI/Panca Syurkani)

BANK Indonesia (BI) terus melakukan intervensi di pasar valuta asing (valas) maupun Surat Berharga Negara (SBN) agar pelemahan rupiah tidak berlanjut yang saat ini berada dikisaran Rp13.900. Akan tetapi, cara tersebut dinilai hanya menggerus cadangan devisa (cadev) BI yang saat ini sebesar US$126 miliar.

"Kalau berkurang bahkan US$20 miliar no problem, (tapi) ada beberapa alternatif kebijakan untuk menahan (pelemahan rupiah)," ujar Direktur Penelitian Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah dalam diskusi bertajuk 'Mitigasi Dini untuk Mencapai Target Pertumbuhan' di Jakarta, Selasa (24/4).

Alternatif yang pertama, kata Piter, yakni melalui capital flow management. Kebijakan tersebut menurutnya bisa dilakukan BI jauh-jauh hari untuk mengantisipasi pelemahan rupiah akibat keluarnya dana asing (capital outflow). Caranya dengan mengatur agar dana asing yang masuk ke Indonesia khususnya SBN tidak seenaknya keluar ketika dollar AS menguat.

"Kalau asing mau beli SBN maka dia harus ada atuan main semisal boleh beli dan boleh dijual setelah 6 bulan, ada holding period atau aturan pembatasan bisa masuk tapi kalau keluar harus ada syaratnya, bahkan di China kalau beli (SBN) tidak boleh keluar, harus sampai selesai (tenor)," jelasnya.

Menurutnya, aturan tersebut tidak melanggar rezim devisa bebas karena yang diatur hanya tata cara pembelian SBN. Dengan demikian BI cukup membuat peraturan BI (PBI) dan tidak perlu merevisi UU Lalu Lintas Devisa dan Sistem Nilai Tukar.

"Tapi ini ada benturannya karena ada kepentingan pemerintah disitu, kalau ini diatur kemungikinan permintaan asing ke SBN akan turun dan yield-nya (imbal hasil) tinggi, implikasi itu harus dikaji," ungkapnya.

Selain capital flow management, alternatif lain yakni capital control atau pengendalian arus modal untuk meningkatkan cadev. Semisal dengan mewajibkan eksportir, khususnya BUMN untuk menyerahkan devisanya ke pemerintah dan BI. "(Cuma) ini dipandang negatif (oleh) IMF," pungkasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya