Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Emiten Lokal Diharap Mampu Redam Hengkangnya Investor Asing

Fetry Wuryasti
24/4/2018 17:14
Emiten Lokal Diharap Mampu Redam Hengkangnya Investor Asing
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat(Dok.MI/Arya Manggala)

DIREKTUR Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat mengatakan gejala pelemahan Rupiah memang sejalan dengan kebijakan kewaspadaan pasar kepada AS yang mungkin akan menaikkan tingkat suku bunga. Kecenderungan pelemahan mata uang terjadi hampir semua negara, tidak hanya Indonesia tapi juga bahkan negara yang punya hak mata uang seperti Jepang.

"Bank Indonesia tentunya tidak akan tinggal diam juga. Mudah-mudahan operasi pasar mereka bisa mmbuat balance dari sisi Rupiah," ujarnya di gedung bursa efek Indonesia, Selasa (24/4).

Hal itu juga berpengaruh pada pasar saham. menurut Samsul, beberapa waktu belakangan, pihak investor asing sebagian juga sudah melakukan net sell. BEI mencatat, sepanjang pekan lalu, investor asing masih membukukan net sell sebesar Rp1,52 triliun, sehingga year to date (ytd) total net sell asing mencapai Rp28 triliun.

"Mudah-mudahan kekuatan lokal bisa meredam keluarnya sebagian investasi asing," ujar Samsul.

Menurutnya akan ada strategi dari pihak investor asing, keluar atau akan tetap mempertahankan saham di Indonesia. Ini mengingat sebagian dari emiten Indonesia juga mempunyai performa yang cukup bagus. "Dari 500an emiten, 70% nya punya performa yang baik," imbuhnya.

Selanjutnya yang masih belum terjawab, kata Samsul, apakah kondisi ini akan berkepanjangan. Meski demikian dia yakin akan ada rebalancing lagi dari nilai mata uang Rupiah.

"Rebalancingnya ke titik mana, ini kan pertanyaannya. Artinya kalau selama tiga tahun ini kita bertahan di angka 13.000 - 13.500 kemudian rebalancingnya di titik mana. Nah pada saat rebalancing itulah investor akan mengkalkulasi lagi kebijakan investasi mereka,"

Porsi kepemilikan saham domestik yang semakin cukup kuat, menurutnya, perlu dikalkulasikan dana-dana yang ada, seperti dalam bentuk dana pensiun.

"Dengan kondisi saat ini di mana porsi kepemilikan kita sudah cukup berimbang antara asing sama lokal, tinggal kita kalkulasi dana-dana yang ada di Indonesia ini dalam  bentuk dana pensiun, maupun intistusi keuangan lainnya. Mereka pasti punya dana yang setiap tahunnya bertumbuh. Perkiraan kita dengan angka yang terjadi belakangan harusnya ada kekuatan dari domestik investor baik institusi maupun ritel untuk menyimbangkan kebijakam investasi asing," tukas Samsul. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya