Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
YUGANUR Wijanarko Senior Research KGI Sekuritas melihat IHSG masih dalam tren negatif. Alasannya aksi jual kaum beruang (bearish) yang timbul di resistance atas menandakan bahwa IHSG masih dalam tren negatif.
"Rekomen untuk trading jangka pendek dengan akumulasi hanya pada penurunan saja untuk menjaga resiko terseret momentum negative dan menjual pada teknikal rebound harian," ujarnya pada Selasa (24/4).
IHSG diprediksi support pada tahapan 6.270 , 6.140, 6.070, 5.950, 5.840 dan resistance di level-level 6.380, 6.450, 6.550, 6.680.
Masih adanya imbas kenaikan laju USD seiring kenaikan imbal hasil obligasi AS memberikan sentimen negatif pada pergerakan Rupiah yang kembali berada di zona merah.
Efek psikologis dari para pelaku pasar terhadap meningkatnya inflasi AS seiring kenaikan harga minyak mentah dan sejumlah komoditas lainnya diperkirakan akan memicu The Fed menaikan suku bunganya sehingga berimbas pada terapresiasinya USD.
"Sementara itu, dari dalam negeri BI telah melakukan sejumlah intervensi untuk menjaga Rupiah sehingga tidak mendekati level Rp14.000/USD. Meski demikian, sejumlah faktor eksternal masih lebih mendominasi," ujar Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, Selasa (24/4).
Pelemahan yang kembali terjadi pada Rupiah cenderung diakibatkan adanya imbas dari pergerakan mata uang USD seiring efek psikologis yang ditimbulkan.
Peluang pelemahan pun masih dimungkinkan terjadi seiring meningkatnya laju USD.
"Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support 13896 dan resisten 13878," tukas Reza.
Peningkatan tajam sejumlah imbal hasil obligasi AS membuat laju mayoritas indeks saham Asia kembali melemah. Kondisi inipun berimbas pada terjadinya aksi jual di dalam negeri sehingga membuat laju IHSG kembali mengalami pelemahan. Pergerakan laju Rupiah yang kembali terdepresiasi dalam seiring imbas kenaikan tajam USD turut direspon negatif. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved