Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Subsidi Gas Melon Salah Sasaran, Hiswana Migas Dorong PNS Depok Wajib Gas Bright

Kisar Rajaguguk
20/4/2018 21:43
Subsidi Gas Melon Salah Sasaran, Hiswana Migas Dorong PNS Depok Wajib Gas Bright
(ANTARA)

HIMPUNAN Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kota Depok meminta kepada Pemerintah Kota Depok supaya mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Depok agar menggunakan Bright Gas LPG 5,5 kilogram (kg) sebagai bahan bakar gas rumah tangga. Pasalnya, gas Elpiji 3 kg sejatinya diperuntukkan bagi rumah tangga tidak mampu dan industri kecil menengah.

"Nanti pada 28 April 2018 akan ada penukaran dari gas elpiji 3 kg ke bright gas 5,5 kg di Balai Kota Depok bertepatan dengan HUT Kota Depok. Penukaran tersebut ditujukan bagi ASN dan masyarakat umum," kata Penasehat Hiswana Migas Kota Depok Athar Susanto di Kota Depok, Jumat (20/4).

Sejak 2016, kata Susanto, pihaknya mensosialisasikan penggunaan bright gas 5,5 kg. Pemkot Depok juga sudah mengimbau para ASN Kota Depok menggunakan bright gas 5,5 kg "Masyarakat umum juga sudah ada yang beralih ke bright gas dan Pertamina menyediakannya,” lanjutnya.

Meski demikian, Susanto menjelaskan bahwa sampai saat ini pihaknya terus menyosialisasikan bright gas 5,5 kg. Hingga saat ini, kata dia, masih banyak juga masyarakat kaya yang memakai gas tabung melon bersubsidi karena harganya jauh lebih murah ketimbang brigh gas yang harganya berkisar Rp60 ribu-Rp70 ribu.

“Sebenarnya, untuk gas elpiji ukuran 3 kg adalah untuk kebutuhan UMK atau subsidi. Sementara, saat ini terdata di Depok sebanyak 1,6 juta KK. Ke depan, kita juga ingin memastikan siapa saja yang berhak menerima subsidi. Sebab, kategori miskin dan kaya terkadang juga bisa berubah. Harapannya, subsidi ini bisa tepat sasaran,” paparnya.

Santoso mengungkapkan, bahwa kebutuhan gas elpiji di Kota Depok pada hari normal ialah sebanyak 1,425 juta per bulan yang didistribusikan pada 600 pangkalan. Jelang bulan Ramadan, pihaknya akan menambah pasokan sebanyak 10% dari kebutuhan normal. "Kita pastikan stock gas elpiji jelang bulan puasa dan Idul Fitri tetap aman. Penambahan pasokan akan memenuhi kebutuhan gas elpiji ukuran 3 kg maupun untuk premium," jelasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya