Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo meninjau pembangunan tahap akhir Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati pada selasa (17/ 04). Presiden Jokowi menilai pembangunan tersebut menunjukkan kerja sama yang baik antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Swasta BUMN sehingga pola serupa akan terus didorong untuk pengembangan infrastruktur laindi berbagai bidang di berbagai tempat di Indonesia.
"Bandara Kertajati ini adalah contoh sangat bagus kerjasama antara Pemerintah Pusat dalam hal ini Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Pemprov Jawa Barat dan swasta (PT Angkasa Pura 2). Skema kerjasama ini ternyata bisa mempercepat selesainya pembangunan serta meringankan beban biaya dari masing-masing pihak. Dan kerjasama seperti ini akan menjadi contoh untuk mempercepat pembangunan infrastruktur nasional di tempat lain," ujar Jokowi.
Kunjungan ini merupakan yang ke dua kalinya oleh Presiden Joko Widodo dalam rangka meninjau perkembangan Bandara Kertajati. Pada awal pemerintahannya di 2014, Jokowi telah menginstruksikan percepatan penyelesaian Bandara Kertajati yang saat itu hanya berupa fondasi di atas tanah dasar landasan pacu. Sedangkan pada kunjungan kali ini, progres pembangunan bandara yang sudah hampir rampung dan siap dioperasionalkan.
"Semangatnya adalah kerja bersama gotong royong demi mencapai kemajuan secara harmonis (in Harmonia Progressio) seperti kata slogan yang terkenal di dunia kampus terkenal di Jawa barat. Yaitu untuk bisa menjadi sebuah kekuatan maka lidi-lidi perlu disatukan. Satu lidi tidak akan bisa menjadi sapu, namun jika lidi-lidi itu disatukan akan menjadi kekuatan untuk membersihkan halaman luas."
Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso menyatakan siap melanjutkan dan melaksanakan model-model kerjasama tersebut untuk membangun dan mengembangkan infrastruktur perhubungan udara di berbagai tempat di Tanah Air.
"Ada beberapa proyek pengembangan infrastruktur perhubungan udara yang akan dikembangkan dengan skema di atas. Salah satu contoh di antaranya adalah pembangunan terminal Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya. Ditjen Perhubungan Udara dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sudah menyiapkan lahan dan membangunnya. Nanti akan diberikan hak pengelolaan operasional dan pengembangannya akan diberikan kepada PT. Angkasa Pura 2," ujarnya di sela-sela acara kunjungan itu.
Menurut Agus Santoso, keberadaan Bandara BIJB di Kertajati mempunyai banyak nilai manfaat. Di antaranya, membuka moda transportasi baru (penerbangan) untuk masyarakat sekitar, membuka gerbang ekonomi dan menumbuhkan sektor pariwisata, serta sebagai bandar udara embarkasi haji bagi masyarakat Jawa Barat sehingga membagi beban Bandar Udara Soekarno Hatta.
"Dengan banyaknya nilai manfaat yang bisa digunakan oleh masyarakat Jawa Barat, di antaranya untuk penerbangan haji dan umroh serta pengembangan industri di Jawa Barat serta kelengkapan antar moda darat, kereta api, pelabuhan laut dengan sentral transportasi udara, bisa dikatakan bahwa bandara ini merupakan bukti rasa "kanya’ah” (rasa sayang) Presiden Joko Widodo kepada masyarakat Jawa Barat," kata Agus.
Untuk mengantisipasi melonjaknya penumpang, luas terminal Bandara yang saat ini sanggup melayani 5,6 juta orang per tahun akan dikembangkan pada tahap berikutnya menjadi berkapasitas 20 juta penumpang pertahun. Sementara itu untuk melengkapi konektifitas antar moda, Bandara Kertajati akan dilengkapi dengan jalur kereta bandara untuk menarik minat dan mempersingkat waktu penumpang dari Jakarta maupun Bandung.
Nantinya kereta ini akan membawa penumpang dari Stasiun Gambir menuju Bandara Kertajati dalam waktu kurang dari dua jam. Kereta akan melalui Bekasi Timur, Cikarang, Karawang dan Cikampek. Dengan keberadaan Bandara Kertajati dan kereta bandara ini, efektivitas transportasi masyarakat akan terpenuhi. (RO/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved