Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunggu hasil investigasi final dari pihak Kepolisian bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atas insiden tumpahan minyak yang terjadi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur.
Penyebab pasti insiden tersebut, menurut Menteri ESDM Ignasius Jonan, perlu diselidiki. Misalnya, pipanya pecah sendiri, pipanya sudah tua, berumur, atau adanya gangguan lain.
"Yang mesti dicari itu penyebab tumpahan minyak itu, (sudah) pasti karena pipa di bawah laut pecah, tetapi pecahnya kenapa? Kami ingin lihat dulu," ujar Jonan dalam keterangan resmi, Kamis (19/4).
Apabila hasil investigasi dari kepolisian dan KLHK sudah keluar, maka akan diambil tindakan sesuai dengan penyebab pasti terjadinya insiden tumpahan minyak di laut tersebut.
"Kalau soal sanksi, kita lihat penyebab tumpahan minyak itu apa karena sampai sekarang hasil investigasinya belum ada," ujarnya.
Jonan menyatakan bahwa sanksi akan dijatuhkan bagi pihak yang bertanggung jawab sesuai perundang-undangan yang berlaku. "Saya enggak mau berasumsi. Nanti memengaruhi investigasi. Jadi, fair saja nanti hasil investigasi final seperti apa, dari situ kami ambil tindakan," ungkapnya.
Dalam penyelidikan sementara, ditemukan tumpahan minyak disebabkan patahnya pipa penyalur minyak mentah dari Terminal Lawe-Lawe di Penajem Paser Utara ke Kilang Balikpapan. Pipa baja diameter 20 inci ini tebalnya 12 milimeter dan kedalaman 25 meter.
Polda Kalimantan Timur belum bisa memastikan penyebab dari patahnya pipa tersebut. Alasannya karena mereka masih harus mengangkat sampel pipa untuk diteliti oleh ahli di laboratorium forensik. (A-2)
Berita terkait : Pipa Minyak Pertamina Patah Diduga akibat Hantaman Jangkar Kapal
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved