Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Ambruk, Perbaikan Jembatan Cincin Lama Harus Rampung Sebelum Arus Mudik

Andhika prasetyo
17/4/2018 23:52
Ambruk, Perbaikan Jembatan Cincin Lama Harus Rampung Sebelum Arus Mudik
(Ist)

DIREKTORAT Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) berkomitmen untuk dapat segera memperbaiki Jembatan Cincin Lama sehingga jalur yang merupakan bagian dari jalan nasional itu dapat kembali digunakan, sebelum arus mudik Lebaran.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU-Pera Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, jika melihat dari posisi ambruknya jembatan, ia memprediksi proses perbaikan tidak akan memakan waktu lama.

“Ini baru besok bisa dipastikan. Sepertinya hanya bentangnya yang ambruk. Kalau pilar dan pondasinya tidak rusak, insya Allah perbaikan bisa dilakukan cepat. Sebelum arus mudik tiba sudah harus bisa digunakan,” ujar Arie di kantornya, Jakarta, Selasa (17/4).

Ia mengaku, pihaknya telah mengirim tim ke lokasi ambruknya Jembatan Cincin Lama di Tuban, Jawa Timur, untuk mengetahui penyebab terjadinya tragedi tersebut.

Ia mengungkapkan, jika mengambil kemungkinan terburuk dimana seluruh pilar dan pondasi rusak, pemerintah akan membutuhkan biaya perbaikan mencapai Rp17 miliar. “Kalau hanya bentangnya saja tidak sebesar itu,” tuturnya.

Jembatan Cincin Lama yang menghubungkan Lamongan dan Tuban dibangun sejak 1975. Kendati sudah berumur hampir 50 tahun, bukan berarti jembatan yang memiliki lima bentang itu rentan mengalami kecelakaan konstruksi. Pasalnya, jembatan tersebut dan seluruh jembatan lain di Tanah Air dipelihara secara rutin setiap tahun.

Direktorat Jenderal Bina Marga pada tahun ini memiliki total anggaran sebesar Rp41 triliun dan 57% di antaranya dialokasikan untuk pemeliharaan jalan serta jembatan. Dugaan awal, Arie menyebutkan ambruknya Jembatan Cincin Lama diakibatkan oleh truk-truk yang menyeberang dengan beban berlebih. (OL-5)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya