Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Kelebihan Beban Diduga Penyebab Jembatan Cincin Lama Ambruk

Andhika prasetyo
17/4/2018 19:01
Kelebihan Beban Diduga Penyebab Jembatan Cincin Lama Ambruk
(Ist)

DIREKTORAT Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menduga ambruknya Jembatan Cincin Lama di Tuban, Jawa Timur, disebabkan oleh truk-truk yang menyeberang dengan beban berlebih.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, secara kasat mata, untuk mengetahui penyebab robohnya jembatan itu mudah. “Kalau pondasinya ambruk, itu karena bangunannya. Tetapi kalau hanya bentangnya saja yang jatuh, seperti di Cincin Lama, itu karena kelebihan beban,” ujar Arie di kantornya, Jakarta, Selasa (17/4).

Dugaan awal penyebab ambruknya Jembatan Cincin Lama itu bukan tanpa alasan. Arie mengatakan, ketika bentang runtuh, terdapat tiga truk tronton yang tengah melintas dan menjadi korban.

Dua truk di antaranya membawa pasir dan satu truk lainnya bermuatan limbah smelter. Masing-masing truk tersebut ditengarai memiliki bobot lebih dari 40 ton. Padahal, jumlah berat yang diizinkan untuk kendaraan bermotor berikut muatannya untuk kategori kendaraan itu ialah tidak lebih dari 22 ton.

“Diduga tiga truk beriringan itu total beratnya 120 ton,” tuturnya. Beban tersebut jauh di atas kemampuan angkat maksimal rata-rata sebuah bentang jembatan yang hanya 70 ton.

Kelebihan muatan yang menyebabkan rusaknya jembatan nasional bukanlah kali pertama. Sebelumnya, kejadian serupa terjadi pada Jembatan Cisomang yang merupakan bagian dari ruas Tol Cipularang.

Arie mengatakan, dari pengamatan yang dilakukan, 60% kendaraan berat yang melewati Jembatan Cisomang memiliki beban yang melampaui batas kapasitas mereka.

Adapun, Direktur Jembatan Iwan Zakarsi mengatakan jika kasus serupa terjadi di negara maju, yang akan menjadi objek pemeriksaan ialah sopir dan perusahaan pemilik truk tersebut. Jika terbukti bersalah, perusahaan harus bertanggung jawab kepada korban dan juga perbaikan jembatan.

Tindak Lanjut
Kendati demikian, itu hanyalah dugaan awal. Arie mengatakan pihaknya sudah mengirim tim ke lapangan, bekerja sama dengan kepolisian setempat dan para ahli independen, untuk melakukan evaluasi terkait penyebab tragedi tersebut.

Kementerian PUPR bersama kepolisian pun masih menunggu hasil investigasi selesai dan laporan dikeluarkan secara resmi.

Jembatan Cincin Lama yang menghubungkan Lamongan dan Tuban dibangun sejak 1975. Kendati sudah berumur cukup lama, bukan berarti jembatan yang memiliki lima bentang itu rentan mengalami kecelakaan konstruksi. Pasalnya, jembatan tersebut dan seluruh jembatan lain di Tanah Air dipelihara secara rutin setiap tahun.

Direktorat Jenderal Bina Marga pada tahun ini memiliki total anggaran sebesar Rp41 triliun dan 57% di antaranya dialokasikan untuk pemeliharaan jalan serta jembatan.

“Untuk kasus ini, yang ambruk adalah bentang tiga. Kalau pondasinya aman, diperbaikinya akan cepat. Sebelum arus mudik tiba sudah bisa digunakan kembali,” tandasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya