Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia tengah menyusun rancangan aturan penerbitan obligasi global berdenominasi rupiah, Komodo Bond.
Surat utang dalam bentuk rupiah yang settlement-nya dalam dolar Amerika Serikat itu diterbitkan guna memberi opsi dalam meraup pendanaan dan menjaga kehati-hatian dalam berutang.
Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Dody Budi Waluyo mengatakan sedianya Komodo Bond adalah produk lama. Hanya saja pemerintah merasa perlu mengaturnya supaya utang dapat lebih terjaga dan tertangani dengan baik.
Dody menyebutkan pengaturan penerbitan Komodo Bond tidak akan jauh berbeda dengan pengaturan utang luar negeri dalam valuta asing (valas). Contohnya, regulasi yang mengatur korporasi penerbit menjaga kondisi likuiditas rupiah untuk penjualan Komodo Bond. Lalu, mengatur rasio penyerapan utang yang harus diberikan lindung nilai (hedging), dan juga syarat peringkat obligasi dari korporasi penerbit.
"Kita punya ketentuan kehati-hatian untuk surat utang valas yang diterbitkan korporasi nonbank. Kita atur mereka untuk wajib mandatory hedging ratio, harus menjaga likuditas valas. Kurang lebih sama seperti itu," ujar Dody di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (12/4).
Komodo Bond, imbuhnya, akan menjadi salah satu sumber pendanaan korporasi, terutama untuk pembiayaan infrastruktur tahun ini.
"Tidak ada risiko nilai tukar dalam Komodo Bond, tetapi risiko nilai tukar beralih kepada investornya yang membeli Komodo Bond tadi bisa di asing dan di domestik. Jadi relatif terkelola dari sisi nilai tukar," terang Dody. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved