Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Industri Manufaktur Kunci Lepaskan Diri dari Middle Income Trap

Andhika Prasetyo
12/4/2018 18:45
Industri Manufaktur Kunci Lepaskan Diri dari Middle Income Trap
(ANTARA)

PEMERINTAH berkomitmen untuk membawa Indonesia terlepas dari middle income trap (jebakan kelas menengah). Caranya ialah dengan mendorong industri terutama di sektor manufaktur untuk dapat berkembang lebih pesat jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan, idealnya, sebuah negara yang tidak ingin terjebak di kelas menengah harus memiliki pertumbuhan industri manufaktur yang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi.

Sayangnya, saat ini kondisi tersebut belum mampu diraih Indonesia. Dalam tiga belas tahun terakhir, kinerja industri manufaktur selalu berada di bawah angka pertumbuhan ekonomi. Termasuk pada tahun lalu ketika kinerja industri hanya 4,3% berbanding pertumbuhan ekonomi 5,07%.

“Dengan kondisi saat ini, artinya pertumbuhan industri masih lebih rendah dari sektor-sektor lain. Kita belum memproses sumber daya secara baik sehingga pertumbuhannya lebih lambat. Tidak ada nilai tambah yang dihasilkan,” ujar Iskandar di Batam, Kamis (12/4).

Hal tersebut dibuktikan dengan data yang menunjukkan bahwa dalam dua tahun terakhir, impor Indonesia didominasi oleh bahan baku dan bahan penolong yang mencapai 75%. Sisanya ialah barang modal 16% dan barang konsumsi 9%.

“Data ini yang membuat kita harus segera membenahi sektor manufaktur. Kita tidak bisa selalu bergantung pada bahan baku impor karena itu membutuhkan biaya besar sehingga membuat daya saing produk kita rendah dan tidak bisa berkompetisi di pasar global,” jelasnya.

Adapun, salah satu upaya pemerintah untuk mendongkrak industri manufaktur ialah dengan memberikan insentif fiskal berupa kelonggaran pajak atau tax holiday. Iskandar mengatakan insentif tersebut akan diberikan kepada 17 industri pionir yang terintegrasi dari hulu ke hilir. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya