Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KENAIKAN konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite yang cukup menggembirakan bisa terperosok dengan keputusan pemerintah yang mewajibkan penyediaan premium di wilayah Jawa, Madura, Bali (Jamali). Hal itu dikemukakan Direktur Pemasaran Pertamina, Muchamad Iskandar, di kompleks DPR, Jakarta, Selasa (10/4).
"Pertumbuhan konsumsi Pertalite sama seperti pertamax, masih cukup baik. Kalau pemerintah menambah penugasan di Jamali, kami akan RUPS dulu," terang Iskandar.
Baca juga : Kewajiban Jual Premium, Pertamina Tunggu Putusan RUPS
Menurut dia, sebelum pemerintah mewajibkan menjual premium di Jamali, konsumsi pertalite mencapai 57% di seluruh Indonesia sampai Maret 2018. Adapun premium hanya 2,7% dan sisanya masyarakat yang mengkonsumsi pertamax.
Kondisi tersebut bisa berubah dengan kebijakan pemerintah yang mewajibkan distribusikan premium di Jamali. Padahal, masyarakat sudah rutin masuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk membeli pertalite.
Meski begitu, Iskandar mengungkapkan saat ini masyarakat belum terlihat berpindah menggunakan premium karena Pertamina belum melaksanakan instruksi pemerintah.
"Masih sama. Belum ada tanda-tanda. Ya memang ada sebagiam. Cuma kita akui banyak daerah yang sudah cerai jadi tidak bisa kembali," pungkasnya. (A-2)
Berita terkait : Harga BBM Nonsubsidi harus Seizin Pemerintah Ganggu Bisnis
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved