Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pertamina (persero) mengaku distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium mencapai 2,4 juta kiloliter (kl). Jumlah itu setara 32% atau sekitar sepertiga kuota yang ditetapkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sebanyak 7,5 juta kl.
Jika dibandingkan dengan total distribusi yang diproyeksikan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 8,8 juta kl, jumlah distribusi hingga saat ini sebesar 27%.
Dengan laku konsumsi seperti saat ini, Direktur Pemasaran Pertamina, Muchamad Iskandar memperkirakan akan terjadi kekurangan pasokan dengan keputusan pemerintah mewajibkan menjual premium di Jawa Madura Bali (Jamali).
"Total konsumsi premium sampai saat ini, 2,4 juta kiloliter itu (nonJamali) sama Jamali. Kotanya kan enggak sama Jamali tetapi acuan kerja kita RKAP," terang Direktur Pemasaran Pertamina, Muchamad Iskandar di kompleks DPR, Jakarta, Selasa (10/4)
Menurut Iskandar, total konsumsi premium tersebut memang belum mencapai setengah dari kuota yang ditetapkan BPH Migas yakni 7,5 juta kiloliter. Meski demikian, konsumsi sejauh ini sudah melebihi 2,3% konsumsi periode yang sama tahun lalu.
"Di luar Jamali 2,3% sama kuota. Dibanding tahun lalu lebih, karena kuotanya tahun ini saja turun 40%," pungkasnya. (A-2)
Berita terkait : Kewajiban Jual Premium, Pertamina Tunggu Putusan RUPS
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved