Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
RAPAT Umum Pemegang Saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk tahun 2018 mengumumkan sepanjang 2017 perseroan meraih laba bersih Rp2,20 triliun. RUPST kemudian memutuskan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp440 miliar atau 20% dari laba bersih 2017.
Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Aryani mengatakan pada 2017, perseroan berhasil membukukan total aset sebesar Rp79,19 triliun. Nilai itu lebih besar 48,02% dari posisi 2016 yang sebesar Rp53,50 triliun.
Pertumbuhan aset yang signifikan tersebut merupakan cerminan dari meningkatnya aktivitas konstruksi perseroan. Hal itu sejalan dengan strategi perseroan untuk mempercepat pembangunan jalan tol dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan nilai perseroan dalam jangka panjang.
“Di tengah ekspansi dan akselerasi pembangunan jalan tol yang sedang gencar dilakukan, perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp2,20 triliun atau meningkat 16,46% dari 2016 sebesar Rp1,89 triliun,” ujarnya di Jakarta, Selasa (10/4).
Pencapaian laba bersih itu didukung oleh pencapaian pendapatan usaha di luar konstruksi sebesar Rp8,92 triliun dengan kontribusi pendapatan tol sebesar Rp8,28 trilun dan pendapatan usaha lain Rp640,40 miliar.
Pencapaian laba bersih juga didukung oleh upaya pengendalian beban usaha yang tercermin dari pencapaian EBITDA (pendapatan sebelum bunga, pajak, dpresiasi, dan amortisasi) margin sebesar 61,43%. Jumlah itu naik 2,24% dari 2016 sebesar 59,20%.
Selain itu, pencapaian laba bersih juga ditopang oleh upaya perseroan dalam mengendalikan beban bunga di tengah akselerasi pembangunan jalan tol yang sedang gencar dilakukan perseroan.
Jasa Marga juga telah melakukan terobosan dalam mencari inovasi sumber pendanaan yang baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia dan mendapatkan apresiasi yang sangat baik, yaitu sekuritisasi pendapatan Tol Jagorawi, project bond ruas JORR W2 Utara serta global bond (Komodo Bond) yang merupakan obligasi pertama berdenominasi rupiah yang dijual di pasar global oleh perusahaan Indonesia.
Dalam RUPS Tahunan 2018 perseroan tersebut juga diputuskan perubahan susunan pengurus perseroan yaitu memberhentikan dengan hormat Direktur Pengembangan Hasanudin dan Komisaris Independen Sigit Widyawan.
RUPST juga mengangkat dengan hormat Direktur Pengembangan Adrian Priohutomo, dan Komisaris Independen Vincentius Sonny Loho.
Tambah jalan
Pada 2017, Jasa Marga berhasil menambah panjang jalan tol operasi sepanjang 88,7 km dengan mengoperasikan ruas jalan tol baru, yaitu jalan tol Gempol-Pasuruan seksi Gempol-Rembang sepanjang 13,9 km.
Penambahan jalan tol juga pada jalan tol Semarang-Solo seksi Bawen-Salatiga sepanjang 17,6 km, jalan tol Medan Kualanamu Tebing Tinggi seksi Kualanamu-Sei Rampah sepanjang 41,7 km dan jalan tol Surabaya-Mojokerto seksi Sepanjang-Krian sepanjang 15,5 km.
Dengan ini, hingga akhir 2017, perseroan telah mengoperasikan 680 km jalan tol atau 62,2% dari panjang jalan tol beroperasi di seluruh Indonesia. Perseroan juga berkomitmen untuk menumbuhkan angka jalan tol operasi menjadi 1.260 km pada akhir 2019, atau berarti tumbuh lebih dari dua kali lipat dari panjang jalan tol operasi pada saat ini.
Jasa Marga juga terus berupaya untuk meningkatkan hak konsesi untuk meningkatkan nilai perseroan dalam jangka panjang. Untuk itu, Jasa Marga berpartisipasi dalam proyek jalan tol potensial baik melalui tender, akuisisi, maupun unsolicited.
Pada 2017, perseroan telah berhasil menambah hak konsesi dua ruas jalan tol baru sepanjang 236,90 km, yaitu jalan tol Jakarta-Cikampek II Selatan sepanjang 64 km, jalan tol Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 172,90 km. Dengan bertambahnya dua ruas tersebut, saat ini total konsesi Jasa Marga adalah 1.497 km atau tumbuh 18,81% jika dibandingkan dengan 2016.
Dari sisi peningkatan pelayanan operasional, pada 2017 Jasa Marga di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Bank Indonesia dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah berhasil menerapkan 100% transaksi nontunai di seluruh jalan tol Jasa Marga di Indonesia dengan menggunakan uang elektronik multibank (e-payment multibank) yang diterbitkan oleh Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara (Mandiri, BRI, BNI dan BTN) serta BCA.
Pada 2017, perseroan juga telah berhasil melaksanakan proses integrasi pengoperasian jalan tol Jakarta-Tangerang milik perseroan dengan jalan tol Tangerang-Merak milik PT Marga Mandala Sakti. Selain itu juga melakukan perubahan sistem transaksi di jalan tol Jagorawi.
Dengan kedua skema pelayanan baru tersebut, Jasa Marga telah membongkar beberapa gerbang tol (GT) barrier masing-masing yang kerap menjadi simpul kepadatan yaitu GT Karang Tengah, GT Cibubur Utama dan GT Cimanggis Utama.
Untuk mengurangi kepadatan di ruas jalan tol lainnya, Jasa Marga juga melakukan peningkatan kapasitas atau penambahan lajur jalan tol di Ruas Cengkareng-Sedyatmo, jalan tol Jakarta-Tangerang-Cengkareng dan ruas Sidoarjo-Waru jalan tol Surabaya-Gempol.
Perseroan juga terus meningkatkan inovasinya dalam meningkatkan pelayanan operasional, seperti menerbitkan kartu pembayaran tol berlangganan Jasa Marga Access di jalan tol Jakarta-Tangerang serta melakukan uji coba menuju free flow lane.
Komitmen Jasa Marga dalam memberikan pelayanan operasional terbaik untuk pengguna jalan diapresiasi oleh stakeholder melalui penghargaan yang diterima oleh Jasa Marga di 2017, antara lain atas upaya kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. Di samping itu Jasa Marga juga berhasil menjamin kesiapan sarana-prasarana serta inovasi-inovasi yang memudahkan pengguna jalan.
Jasa Marga terus berupaya meningkatkan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan tol untuk dapat mewujudkan kelancaran, keamanan dan kenyamanan selama perjalanan di jalan tol. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved