Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH akan menerbitkan Surat Berharga Negara ritel secara daring (E-SBN) pada Mei 2018. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, hingga saat ini, sudah terdapat enam bank umum yang siap menjadi mitra distribusi, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, Bank Permata, dan DBS.
Tidak hanya perbankan, dua perusahaan efek TriMegah dan Bareksa serta satu perusahaan teknologi finansial Investree juga turut ambil bagian dalam skema baru tersebut.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman mengungkapkan terobosan itu dilakukan untuk mengikuti perkembangan teknologi yang tumbuh dengan sangat cepat. Selain itu, penjualan SBN secara daring juga dinilai dapat memperluas basis investor domestik untuk mendukung keuangan inklusif.
"Ini memberikan fasilitas kepada masyarakat dan ingin mengubah paradigma dari saving society ke invest society," ujar Luky di kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (6/4).
Nantinya, dalam penjualan SBN ritel daring, masyarakat dapat membeli Saving Bond Ritel (SBR) SBR003 dengan minimal pembelian Rp1 juta dan maksimal sebesar Rp3 miliar dengan tenor 2 tahun. Target indikatif sementara dari penjualan E-SBN tersebut adalah Rp1 triliun.
Adapun, imbal hasil yang ditawarkan nantinya bisa di atas rata-rata suku bunga deposito perbankan. Berdasarkan data suku bunga deposito Himpunan Bank Negara (Himbara), rata-rata suku bunga deposito saat ini sekitar 5,5%. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved