Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMPETENSI tenaga Wealth Management di Tanah Air dipandang belum berorientasi pada kebutuhan konsumen. Padahal, pertumbuhan masyarakat kelas atas beserta kepemilikan aset terus meningkat.
Kondisi tersebut kemudian mendorong Wealth Management Standards Board Indonesia (WMBSI) berkolaborasi dengan Ikatan Bankir Indonesia (IBI) untuk menyelenggarakan program dual certification. Program pelatihan ini memberikan dua sertifikat sekaligus.
Di antaranya, Certified Wealth Manager (CWM) yang mana uji kompetensi dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan (LSPP) dan sertifikasi oleh IBI, berikut Certified International Weatlh Manager (CIWM) yang terakreditasi oleh The Association of International Wealth Management (AIWM) Swiss.
"Kebutuhan profesi wealth manager profesional sangat dibutuhkan industri perbankan di tengah kebutuhan masyarakat yang beragam. Apalagi pertumbuhan penduduk kelas atas meningkat. Ini memerlukan produk investasi bervariasi," ujar Dewan Pembina WMSBI Omar S Anwar seusai peluncuran program dual certification di Jakarta, Kamis (5/4).
Sebagai permulaan, pihaknya akan melaksanakan program dual certification sebanyak dua kali tahun ini, yakni April dan Agustus dengan durasi 20 hari. Target awalnya sekitar 100 orang tenaga wealth management dapat disertifikasi.
Omar menekankan tenaga lokal harus memiliki kapasitas mumpuni di era persaingan global, termasuk dimulainya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dengan terintegrasinya industri jasa keuangan di kawasan ASEAN saja, pada akhirnya memunculkan kompetensi yang cukup ketat.
Apalagi, tenaga wealth management asing yang cenderung unggul dalam hal asistensi finansial, lebih mudah masuk ke pasar domestik. Pihaknya berharap pelaku di sektor industri jasa keuangan tidak hanya memenuhi kompetensi standar nasional, melainkan juga memiliki bekal standar internasional.
"Dengan dual certification diharapkan bisa meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan eksistensi para wealth manager dan calon wealth manager bisa bersaing secara global. Karena kalau kita lihat tenaga asing itu sangat jeli melihat pasar," tutur Omar.
Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi mengamini kompetensi tenaga sumber daya manusia (SDM) industri jasa keuangan menjadi keniscayaan di tengah tren pertumbuhan kelas menengah atas. Dibutuhkan tenaga yang mampu membantu pengelolaan dana nasabah agar dapat ditempatkan dalam produk yang tepat. Apakah itu deposito, tabungan, reksadana, atau investasi di properti.
"Jumlah orang kaya walaupun persentasenya masih kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan penduduk, tapi terus meningkat. Asetnya juga begitu. Maka dari itu industri jasa keuangan dituntut kompetitif," tutur Hery. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved