Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Industri Jadi Syarat Ekonomi Indonesia Tumbuh Pesat

Erandhi Hutomo Saputra
05/4/2018 20:20
Industri Jadi Syarat Ekonomi Indonesia Tumbuh Pesat
(ANTARA FOTO/Risky Andrianto)


Peneliti Senior Bidang Ekonomi Poltak Hotradero berpendapat ekonomi Indonesia yang hanya tumbuh stagnan tidak lepas dari rendahnya industrialisasi. Industri, terutama jika hanya dikuasai dan diatur oleh negara saja bahkan bisa membuat ekonomi suatu negara hancur.

Ia mencontohkan dengan yang terjadi di Uni Soviet. "Kenapa Uni Soviet hancur? Salah satunya karena industri di sana hanya memproduksi 20 juta jenis barang dan jasa, sementara New York saja memiliki 60 juta barang dan jasa," ujar Poltak dalam diskusi tentang ekonomi Pancasila di Jakarta, Kamis (5/4).

Perlunya Indonesia kembali fokus pada industrialisasi berbasis ekspor, menurut Poltak, karena Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan dari sektor komoditas pertanian dan pertambangan yang minim nilai tambah.

"Kita harus tinggalkan pemikiran kalau kita kaya secara sumber daya alam, berarti harus penekanan pada nilai tambah. Bagaimana Vietnam yang luasnya hanya 1/8 Indonesia tapi punya ekspor lebih besar dengan Indonesia, berarti kita kurang berdagang," tukasnya.

Poltak menilai peluang Indonesia untuk menguasai pasar ekspor sangat besar dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). "Kita harus jadi pemain di ASEAN, itu halaman rumah kita karena 40% dari ekonomi ASEAN itu Indonesia," ucapnya.

Dengan diluncurkannya peta jalan menuju revolusi industri ke-4, yakni Making Indonesia 4.0, Poltak menilai hal itu sebagai langkah baik. Akan tetapi, Poltak berpendapat hal itu tidak cukup jika data-data di pemerintahan maupun swasta belum sepenuhnya digital.

Ia menyebut inti dari revolusi ke-4 adalah pada efisiensi penggunaan data. Indonesia masih bermasalah di situ. Banyak data sifatnya analog, yakni di atas kertas.

"Kita belum secara masif bergerak ke digital. Seperti KTP kenapa enggak bentuknya digital? Hasil sensus digital dan data pemerintah belum digital. Kalau mau 4.0 kita harus bergerak ke digital dengan data," pungkas Poltak. (A-2)

 

Baca juga : Keadilan Ekonomi bukan Berdasarkan Etnis dan Agama



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya