Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

PP Presisi Bagikan Dividen Rp5,52 per Saham

Fetry Wuryasti
05/4/2018 18:35
PP Presisi Bagikan Dividen Rp5,52 per Saham
(Ist)

PT PP Presisi Tbk (PPRE), perusahaan konstruksi terintegrasi berbasis alat berat di Indonesia, siap membagikan dividen tunai sebesar Rp5,52 per lembar saham. Pembagian dividen tunai tersebut merupakan salah satu hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan untuk Tahun Buku 2017.

Total nilai dividen tunai yang dibagikan adalah sebesar Rp56,4 miliar atau lebih kurang 30% dari laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2017 sebesar Rp188,3 miliar.

Adapun, total laba bersih tahun berjalan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2017 adalah sebesar Rp244,6 miliar. Nilainya meningkat 498% dari sebesar Rp41,4 miliar untuk periode yang sama tahun 2016. EBITDA (pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) juga naik 323% dari Rp138,1 miliar pada 2016 menjadi Rp584 miliar pada 2017.

Peningkatan signifikan total laba bersih tahun berjalan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan konsolidasi PPRE sebesar 389% dari Rp371,2 miliar pada 2016 menjadi Rp1,8 triliun pada 2017.

"Peningkatan kinerja perseroan mencerminkan kuatnya positioning PPRE sebagai perusahaan konstruksi di Indonesia sehingga dipercaya untuk mengerjakan proyek-proyek insfrastruktur strategis nasional. Peran dan posisi PPRE sejalan dengan program pengembangan infrastruktur Indonesia", ujar Direktur Utama PP Presisi Iswanto Amperawan, melalui siaran pers yang dipublikasikan Kamis (5/4).

Peningkatan kinerja operasional dan keuangan PP Presisi secara signifikan akan mendukung peningkatan engineering capacity dan balance sheet capacity sebagai landasan kuat bagi PP Presisi untuk melakukan pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Hal ini juga yang mendasari perseroan untuk menargetkan pendapatan 2018 hingga sebesar Rp4,9 triliun, meningkat 172% dari sebesar Rp1,8 triliun (2017). Dan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 2018 sebesar Rp434 miliar, meningkat 130% dari sebesar Rp 188,3 miliar (2017)," papar Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso.

Selain memutuskan pembagian dividen tunai, RUPS Perseroan juga menetapkan beberapa keputusan lainnya, antara lain menyisihkan Rp9,5 miliar atau lebih kurang 5% dari laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebagai cadangan wajib. Hal tersebut dalam rangka memenuhi Pasal 70 ayat 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Kemudian, sebesar Rp122,4 miliar atau 65% dari laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dibukukan sebagai saldo laba ditahan.

RUPST juga menyetujui dan mengesahkan laporan tahunan perseroan untuk tahun buku 2017, yang terdiri dari laporan direksi, laporan tugas pengawasan dewan komisaris serta laporan keuangan perseroan untuk tahun buku 2017. Rapat juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit at de charge) kepada direksi dan dewan komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah mereka jalankan selama tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2017. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya