Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia akan mengeluarkan instrumen yang memungkinkan perbankan membeli obligasi korporasi. Langkah tersebut untuk ikut mendorong pertumbuhan kredit perbankan.
Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia (BI) Linda Maulidina mengatakan pertumbuhan kredit perbankan relatif lamban. Presiden bahkan sampai meminta mereka lebih berani mengambil risiko untuk memberikan kredit ke sektor-sektor tertentu.
BI melihat perbankan sudah mulai melakukan ekspansi kredit, terutama ke sektor infrastruktur. Namun, korporasi juga mencari alternatif pendanaan dari pasar modal.
Untuk itu, dibutuhkan intermediasi dari sisi kebijakan dengan memperkenalkan instrumen yang memungkinkan bank tidak hanya memberikan kredit, tetapi juga bisa membeli obligasi korporasi.
"Harapannya meski tidak dalam bentuk kredit, tapi dalam bentuk pembiayaan perbankan terhadap korporasi yang membutuhkan dana lebih meningkat," ujar Linda saat mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur BI, di Jakarta, Kamis (22/3).
Pertumbuhan kredit Januari 2018 tercatat sebesar 7,4% (yoy), lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 8,2% (yoy).
Selain faktor permintaan kredit yang belum kuat, rendahnya pertumbuhan tersebut juga sesuai dengan pola intermediasi tahunan yang cenderung turun di awal tahun.
Di tengah pertumbuhan kredit yang masih terbatas, pembiayaan ekonomi melalui pasar modal, seperti penerbitan saham (IPO dan rights issue), obligasi korporasi, dan medium term notes (MTN) meningkat sebesar 99,8% (yoy) pada Januari 2018, sejalan dengan program pendalaman pasar keuangan.
Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Januari 2018 tercatat 8,4% (yoy), lebih rendah ketimbang pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 9,4% (yoy).
Dengan perbaikan ekonomi dan kemajuan program konsolidasi korporasi dan perbankan, BI memprakirakan pertumbuhan kredit dan DPK akan lebih baik pada 2018, masing-masing dalam kisaran 10,0%-12,0% (yoy) dan 9,0%-11,0% (yoy). (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved