Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) memberikan restu kepada Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 untuk memasarkan kembali produk asuransi sebagai upaya penyehatan. Nasabah pun bisa kembali memanfaatkan layanan dari asuransi tertua di Indonesia.
“Kami sudah selesai melakukan proses unwind dan membuka kembali operasional AJB Bumiputera kepada masyarakat. Paling tidak besok (Jumat, 23/3), AJB Bumiputera sudah siap terima nasabah untuk memanfaatkan jasanya,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam konferensi pers di kantornya, di Jakarta, Kamis (22/3).
Wimboh mengungkapkan OJK bersama Pengelola Statuter AJB Bumiputera telah melakukan pemeriksaan langsung kepada AJB Bumiputera sepanjang 7-23 Februari 2018. Hal itu guna memastikan kesiapan AJB Bumiputera untuk melaksanakan kegiatan operasional setelah tidak memasarkan produknya pada 2017 lalu.
Pemeriksaan mencakup kesiapan produk yang dipasarkan, program pemasaran dan keagenan yang digunakan, kebijakan dan standar operasional yang ditetapkan, sistem teknologi informasi, serta kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Guna mendukung beroperasinya AJB Bumiputera, OJK telah menerbitkan regulasi khusus terkait pelaksanaan bisnis asuransi secara mutual. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 1/POJK.05/2018 mengenai kesehatan keuangan bagi asuransi berbentuk badan hukum bersama.
Menurut Wimboh, peraturan pemerintah (PP) untuk memperkuat pengaturan asuransi mutual sebagai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014, masih digodok bersama Kementerian Keuangan.
“AJB Bumiputera ini tetap asuransi mutual yang regulasinya telah kami keluarkan beberapa minggu lalu. Ada POJK khusus untuk asuransi mutual yang kami keluarkan. Sehingga ada basisnya,” tegas Wimboh.
OJK dikatakan Wimboh terus memantau perkembangan restrukturisasi AJB Bumiputera agar berjalan sesuai jalur. Baik dari mekanisme operasional, manajemen, hingga prosedur operasional. Apabila proses restrukturisasi menunjukan hasil positif, langkah lain yang harus dicermati ialah pengembangan produk, potensi kerja sama dengan mitra seperti perbankan. Itu termasuk implementasi pemanfaatan teknologi sebagai strategi efisiensi dan peningkatan daya saing.
“Restrukturisasi proses yang berkelanjutan. Langkah ini membuka untuk operasi. Kedua, kita akan melakukan reformasi manajemen internal. Kemarin cek sudah siap operasi, termasuk reinstall pengurus. Ini langkah yang akan dilakukan segera ke depan. Kami yakin berhasil. Karena kami punya kewajiban moral untuk mengawasi pengelolaan asetnya dengan betul,” tukas Wimboh. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved