Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Bank Mandiri Bagikan 45% Laba Sebagai Dividen

Fetry Wuryasti
21/3/2018 21:30
Bank Mandiri Bagikan 45% Laba Sebagai Dividen
(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

RAPAT Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Mandiri menyetujui pembayaran dividen sebesar 30% dari laba bersih 2017. Selain itu, terdapat pemberian dividen tambahan sebesar 15% atau Rp 3,09 triliun.

Dengan demikian seluruh dividen yang diterima pemegang saham adalah 45% atau sebesar Rp6,19 triliun dari laba bersih 2017 yang mencapai Rp9,288 triliun (Rp199,03 per lembar saham).

Sisa 55% dari laba bersih 2017 disetujui sebagai laba ditahan. “Penetapan besaran dividen tersebut telah memperhatikan kebutuhan likuiditas perseroan dalam mengembangkan bisnis ke depan, serta sebagai bentuk apresiasi perseroan kepada pemegang saham atas kepercayaan dan dukungannya,” kata Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo usai RUPS Tahunan Bank Mandiri di Plaza Mandiri Jakarta, Rabu (21/3).

Pemberian dividen spesial 15% tersebut, kata Tiko, karena pada 2017 laba meningkat cukup tajam dan perusahaan mengapresiasi para pemegang saham yang setia. Peningkatan nilai saham juga mereka lihat cukup tajam di 2017 .

Pada 2017, melihat harga saham telah tinggi di 13.500. BMRI telah melakukan stocksplit 1:2 yang membuat harga saham di kisaran 6.300.
Pada penutupan perdagangan Rabu (21/3) harga saham tercatat pada level 8.200.

"Tentunya kami ingin memberikan return yang baik kepada pemegang saham sehingga mereka melihat pertumbuhan laba dan juga perkembangan bisnis ini diikuti dengan peningkatan dividen yield yang baik untuk pemegang saham,"

Pada 2017, laba bersih Bank Mandiri tercatat sebesar Rp20,6 triliun atau tumbuh 49,5% secara year on year (yoy) menyusul konsistensi perseroan dalam memperbaiki kualitas aset produktif dan meningkatkan fungsi intermediasi.

Pencapaian tersebut didorong oleh kenaikan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 0,6% menjadi Rp54,8 triliun dan peningkatan pendapatan atas jasa (fee based income) sebesar 16,4% menjadi Rp 23,3 triliun.

Kinerja tersebut juga ditopang oleh pertumbuhan penyaluran kredit perseroan sebesar 10,2% menjadi Rp729,5 triliun pada akhir tahun lalu. Dari jumlah itu, kontribusi pembiayaan produktif sebesar 74,7% dari total portofolio. Seluruh pencapaian tersebut pun berhasil mendongkrak nilai aset Bank Mandiri menjadi Rp1.124,7 triliun pada akhir tahun lalu. (A-2)

 

Berita terkait : RUPST Bank Mandiri Tunjuk Empat Direksi Baru



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya