Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Ketenagakerjaan berkomitmen untuk membangun ekosistem pasar tenaga kerja baru yang lebih baik dan mengikuti perkembangan industri pada saat ini.
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakhiri menilai ekosistem tenaga kerja saat ini masih begitu kaku dan tidak fleksibel. Padahal, di sisi lain, industri terus berubah, terlebih lagi dengan perkembangan teknologi yang amat pesat.
Melihat kondisi tersebut, Hanif pun menekankan dalam memajukan sumber daya manusia (SDM) pemerintah tidak bisa hanya mendorong dari segi kualitas, tetapi juga dari sisi kecepatan beradaptasi.
"Ibaratnya sekarang ada anak kuliah belajar power point selama empat tahun, setelah dia lulus, power point sudah tidak dipakai. Persoalannya di situ, dunia terus bergerak," ujar Hanif kepada Media Group di kantornya, Jakarta, Rabu (21/3).
Selain beradaptasi pada kecepatan, ekosistem tersebut nantinya juga akan membenahi persebaran tenaga kerja berkualitas yang kini belum merata. Hanif menggambarkan, saat ini, tim-tim Indonesia mampu memenangkan berbagai kejuaraan tingkat dunia, mulai dari sektor robotik hingga pelayanan spa.
Namun, SDM yang memiliki keahlian tinggi, baik yang tergabung di dalam atau luar tim pemenang itu jumlahnya masih terbatas. "Kualitas kita punya, tetapi kuantitasnya bermasalah," jelasnya.
Persoalan persebaran tenaga kerja yang tidak merata juga tidak terlepas dari isu kelebihan pasokan tenaga kerja dengan pendidikan rendah. Dari total 128 juta angkata kerja, Kemenaker mencatat sekitar 60% hanya lulusan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
Berbanding terbalik dengan kondisi di negara tetangga Malaysia yang kelebihan tenaga kerja pendidikan tinggi. "Kalau orang Malaysia liat tenaga kerja asing bawa cangkul, mereka senang karena mereka memang kekurangan. Kalau orang asing masuk ke Indonesia bawa cangkul, ribut semua di sini," tandas Hanif. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved