Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGGUNAAN uang tunai membuat negara harus mengeluarkan sedikitnya Rp3,5 triliun setiap tahun untuk mencetak dan mendistribusikan uang. Gerakan Nasional Non Tunai yang diinisiasi oleh Bank Indonesia sejak 2014 sudah mulai membuahkan hasil sehingga penghematan negara sudah mulai terlihat.
Meski demikian, berdasarkan survei persepsi publik yang dilakukan Provetic, sebuah lembaga survei digital, 90% dari 662 responden sudah pernah melakukan transaksi nontunai, walaupun daIam bentuk yang cenderung terbatas.
Adapun 78% dari yang menyatakan belum pernah melakukan transaksi nontunai sudah mau beralih ke sistem pembayaran non tunai, namun belum tahu alasannya. Rata-rata juga berpersepsi akses dan fasilitas masih belum memadai. Penggunaan uang tunai masih dianggap lebih mudah, walau faktanya mereka sudah mengeluhkan beberapa ketidaknyamanan dalam bertransaksi tunai.
lwan Setiawan dari Provetic mengatakan untuk mengatasi ketidaknyamanan tersebut, dibutuhkan kerja sama antara inventor di sektor teknologi finansial (fintech), merchants, pengguna, dan pemerintah. Dengan begitu gerakan tersebut dapat lebih progresif.
"Keberadaan dompet digital sebagai solusi pendorong terwujudnya gaya hidup nontunai di masa depan adalah keniscayaan jika melihat tren transaksi nontunai di kalangan milennial Indonesia terutama di e-commerce (perdagangan daring) terus menunjukkan peningkatan," ujar Iwan saat paparan di Jakarta, Rabu (21/3).
Aktivitas transaksi di e-commerce yang menggunakan nontunai tidak hanya digunakan untuk pembelian produk-produk fesyen, tetapi juga untuk penunjang produktivitas keseharian. Mulai dari beli pulsa telepon (58%) hingga bayar tagihan listrik (35%).
"Artinya, kebutuhan terhadap dompet digital di kalangan millennial makin menguat," tutur Iwan.
Berdasarkan survei Provetic, dompet digital yang menjadi harapan kalangan milenial adalah yang mampu menghadirkan kemudahan dan kepraktisan, cepat dan nyaman ketika digunakan, tidak merepotkan dalam penggunaan, inovatif, memiliki akses luas ke berbagai aplikasi dan outlet, serta diperkuat dengan sistem keamanan yang solid.
Hal itu ditawarkan DANA. "Agar menjadi solusi yang efektif, DANA akan senantiasa berpijak pada kebutuhan, tantangan, serta harapan masyarakat Indonesia," ujar Iwan.
Meski mengadopsi teknologi dari salah satu investornya yaitu Ant Financial, namun investor utama DANA adalah perusahaan Indonesia, yaitu EMTEK Group.
"Kenyamanan, kemudahan, kecepatan dan keamanan dalam melakukan transaksi dengan menggunakan DANA akan selalu menjadi fokus kami. Pengalaman bertransaksi yang akan kami suguhkan dapat berkontribusi dalam membangun kepercayaan masyarakat bertranksasi non tunai, khususnya dalam menggunakan dompet digital,” ujar Vincent, CEO Dompet Digital, DANA.
Sebagai langkah awal, DANA dalam versi Beta akan tersedia di berbagai aplikasi di antaranya BBM, Bukalapak, TIx.lD. Ke depan, jaringan kemitraan DANA akan terus diperluas dan layanan yang disajikan akan terus dikembangkan menjadi kian beragam.
"Kami sedang mencoba dengan face/image recognition untuk meminimalisasi berbagai risiko dalam operasi aplikasi," tukas Vincent. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved