Rabu 14 Maret 2018, 11:29 WIB

Ekspor Produk Furniture dan Kerajinan Ditargetkan Capai US$2 Miliar

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Ekspor Produk Furniture dan Kerajinan Ditargetkan Capai US$2 Miliar

ANTARA

 

PEMERINTAH menargetkan ekspor produk furniture dan kerajinan pada 2018 mencapai US$2 miliar dengan menyasar pasar-pasar tradisional seperti Amerika Serikat, Eropa dan Tiongkok, serta nontradisional yakni Afrika dan Timur Tengah.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) I Wayan Dipta mengatakan industri kerajinan dan furniture merupakan sektor padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja hingga 500 ribu orang.

Dengan begitu, sektor tersebut tidak hanya memberikan nilai tambah tetapi juga multiplier effect bagi perekonomian Indonesia.

Dalam rangka membantu upaya promosi dan perluasan pasar produk UKM potensial ekspor, Kementerian KUKM menggelar ajang International Furniture Expo (IFEX) 2018 yang berlangsung pada 9-12 Maret 2018 di arena JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

Pameran untuk kategori furniture dan home decoration terbesar di Asia Tenggara itu menampilkan lebih dari 500 exhibitor dari seluruh Indonesia.

Adapun, selama pameran, hasil transaksi yang diperoleh mencapai Rp4,8 miliar, dengan penjualan ritel sebesar Rp1,3 miliar dan order potensial sebesar Rp3,4 miliar.

Wooden flooring, wooden handicraft, dan handweaving bamboo basket menjadi produk-produk yang sangat diminati.

“Terjadi peningkatan baik dari jumlah UKM yang difasilitasi maupun transaksi yang dibukukan dari tahun sebelumnya. Tahun lalu total transaksi hanya Rp1,9 miliar,” ujar Wayan melalui keterangan resmi, Rabu (14/3).

Wayan mengungkapkan produktivitas UKM Indonesia dari kategori home decoration dan furniture dalam menghadapi tantangan ekspor telah teruji dengan kontribusinya yang signifikan terhadap penciptaan lapangan pekerjaan dan devisa negara.

“Oleh karena itu, sektor ini harus terus dikembangkan sebagai salah satu tonggak perekonomian nasional,” ujarnya.

Adapun, Asisten Deputi Pemasaran Herustiati menambahkan bahwa IFEX merupakan salah satu agenda tahunan yang signifikan dalam pengembangan pemasaran UKM Indonesia khususnya di sektor furniture dan home decoration sehingga Kemenkop dan UKM memilih event tersebut sebagai salah satu prioritas agenda promosi tahunan.

Kemenkop dan UKM memiliki berbagai agenda promosi dalam negeri baik untuk kategori pameran berskala internasional, nasional, maupun kedaerahan yang memberikan kesempatan bagi UKM Indonesia untuk memperkuat eksistensinya di pasar domestik maupun menjangkau buyers internasional yang datang ke Indonesia.

“Pemasaran produk UKM Indonesia menjadi perhatian dari pemerintah karena aspek tersebut masih perlu didorong agar UKM agar memiliki jangkauan pemasaran yang lebih luas lagi. Sejalan dengan perkembangan zaman, UKM Indonesia harus beradaptasi dengan permintaan pasar global yang dinamis dan menuntut inovasi tanpa henti,” paparnya. (OL-3)

Baca Juga

Ist

Silaturrahmi Komisi IX DPR RI, Upaya Serap Aspirasi BPJAMSOSTEK

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Maret 2021, 16:17 WIB
Pemerintah melalui BPJAMSOSTEK telah mengeluarkan program relaksasi iuran kepada pemberi kerja yang telah berakhir sampai bulan Februari...
Dok.MI

Indonesia Bicara: Sudah Ada Indikasi Positif

👤Media Indonesia 🕔Jumat 05 Maret 2021, 16:11 WIB
PANDEMI covid-19 mengakibatkan pertumbuhan ekonomi dunia, termasuk Indonesia, menjadi minus pada 2020 lalu. Meski demikian, Indonesia tetap...
MI/Dwi Apriani

Pengalihan Spektrum Frekuensi Tidak Serta Merta Disetujui

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Maret 2021, 15:45 WIB
Evaluasi harus dilakukan dengan parameter yang jelas, termasuk persaingan usaha yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya