Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Batam Siap Jadi Pusat Gudang E-commerce

Andhika Prasetyo
28/2/2018 08:17
Batam Siap Jadi Pusat Gudang E-commerce
(ANTARA/Jo Seng Bie)

BADAN Pengusahaan (BP) Batam berkomitmen menjadikan kawasan itu sebagai pusat logistik perdagangan elektronik (e-commerce). Dengan lokasi yang sangat strategis, Kepala BP Batam Lukita Tuwo menyebutkan Batam bisa menjadi pusat logistik yang sangat besar karena kondisi pelabuhan di negara tetangga Singapura sangat padat.

Ia pun mengungkapkan pihaknya telah berupaya menggaet investor, baik dari dalam atau luar negeri, untuk dapat menanamkan modal dan membangun berbagai infrastruktur yang dibutuhkan seperti bandara, pelabuhan, dan gudang.

“Kami akan menjajaki kemitraan dengan sejumlah perusahaan e-commerce, baik dari dalam dan luar negeri, seperti Lazada, Bukalapak, dan Amazon. Mereka bisa menaruh stok barang dagangan mereka di Batam, kemudian didistribusikan ke sejumlah pelanggan ketika sudah ada pesanan,” paparnya di acara Batam Economic Forum di Batam, kemarin.

Dari Batam, lanjutnya, barang-barang yang telah di­simpan dapat didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia, mulai Jakarta, Surabaya, hingga bahkan Makassar, hanya dalam waktu tempuh 4 jam.

Menurutnya, rencana itu bisa menunjang pertumbuhan usaha kecil dan menengah, terutama yang berorientasi ke sektor e-commerce.

Selain untuk kebutuhan industri e-commerce, bandara dan pelabuhan di Batam juga akan menjadi gudang barang keperluan industri dalam negeri. “Dengan demikian, industri domestik tak perlu lagi memesan bahan baku ke negara asal karena sudah distok di Batam,” ujarnya.

Pengembangan bandara
Untuk merealisasikan seluruh rencana itu, BP Batam telah berbenah dan siap membangun dan mengembangkan Bandara Hang Nadim, Kepulauan Riau. Lukita menargetkan proses lelang pengembangan bandara tersebut dapat dilaksanakan pada Maret mendatang.

Ia menginginkan proses lelang dapat berjalan cepat, agar pada tahun depan pe­nan­datanganan perjanjian kerja sama dengan investor yang tertarik, baik dalam proyek pembangunan sarana dan prasarana maupun konsesi pengelolaan bandara, sudah dapat terealisasi.

Pekerjaan pengembangan dan pembangunan terminal baru bandara tersebut rencananya dijadikan satu paket, yakni dengan perjanjian konsesi dengan melibatkan pihak ketiga.

Sejauh ini, dari 1.760 hektare (ha) lahan yang tersedia, baru sekitar 40% yang dimanfaatkan. Masih banyak kebutuhan infrastruktur yang harus dilengkapi, termasuk pembangunan terminal logistik dan penumpang.

Deputi IV Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin mengungkapkan, karena lokasinya sangat strategis, Batam memiliki kesempatan yang sangat baik dalam menangkap berbagai peluang ekonomi. Namun, kata dia, hal itu tidak bisa dilakukan seorang diri. Harus ada siner­gi yang kuat di antara seluruh pihak terkait.

“Dari pusat, kami sudah menciptakan berbagai regulasi yang mendukung perkembangan usaha, tentunya dengan menerapkan persaingan yang sehat. Kami sudah permudah berbagai proses perizinan. Kami pun senang jika BP Batam menyediakan karpet merah kepada para investor,” tegasnya.

Penggagas Berkarya Indonesia, Ilham Habibie, berpandangan pemerintah harus masih bekerja keras untuk membuat Batam lebih besar dan mampu berkompetisi dengan dua negara tetangga. Persoalan infrastruktur ialah salah satu yang paling uta­ma. Ia mengatakan masih ada banyak hal yang harus dibangun untuk menopang Batam sebagai pusat industri logistik. (HK/E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya