Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perdagangan dan Kementerian Pertanian, dalam beberapa bulan terakhir, menjadi dua pihak yang dianggap kerap berbenturan dalam menjalankan kebijakan di lapangan.
Sebut saja importasi beras. Kementerian Perdagangan berargumen kebijakan itu harus diambil karena melihat persediaan di pasar semakin minim dan membuat harga melambung hingga Rp11.000 per kilogram untuk kelas medium.
Di sisi lain, Kementerian Pertanian terus mengatakan stok beras aman bahkan, dalam dua pekan terakhir, memamerkan beberapa lokasi di Jawa dan Sumatra dengan luasan ribuan hektare (ha) telah memulai periode panen raya.
Namun, 'benturan kedua instansi' itu tidak terlihat dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan yang dihelat di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (1/2).
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman laiknya sahabat karib, mereka memamerkan kemesraan di depan umum.
"Kami ini koordinasi sudah sangat baik. Buktinya tahun lalu harga stabil, bahkan disebut yang terbaik dalam 10 tahun terakhir. Itu hasil sinergi luar biasa. Tapi ya kekompakan ini, kadang ada saja orang-orang yang tidak senang," ujar Amran saat menyampaikan pidato.
Amran menambahkan dia dan Mendag Enggar, serta seluruh menteri dalam Kabinet Kerja, adalah pembantu presiden yang menjalankan perintah presiden untuk mencapai tujuan yang sama. Jadi, sudah semestinya semua berjalan beriringan.
"Kadang ombak memang ada. Tetapi kita dilatih untuk menjadi pemenang," tegasnya.
Terkait persoalan harga komoditas bahan pangan pokok, Amran mengatakan pihaknya bersama Kementerian Perdagangan bagai berada di dua mata pisau. Pasalnya jika harga terlalu tinggi, keributan pasti terjadi di tingkat konsumen. Sebaliknya kalau harga terlalu rendah, gejolak terjadi di level petani.
"Aku dan Pak Mendag kalau harga naik pasti tensi naik. Coba kita tes tensi sekarang, pasti kelihatan. Tapi kan sekarang sudah stabil, ya Pak Mendag? Jadi aman," ucap Amran seraya tertawa.
Setelah Amran mengakhiri pidatonya, Enggar menaiki panggung dan merebut mik dari koleganya tersebut
"Dari tadi saya disuruh diam, sekarang saya bicara beliau menyaksikan," ucapnya disambut gelak tawa para peserta Raker.
"Jadi, bapak, ibu, saudara sekalian, tidak perlu khawatir. Kita berdua tetap berjalan bersama dan berbagai kebijakan yang dilakukan itu kebijakan kita berdua," tandas Enggar.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved