Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menyatakan pihaknya hanya akan melakukan importasi beras sebanyak 346 ribu ton dari rencana semula 500 ribu ton.
Direktur Pengadaan Perum Bulog Adrianto Wahyu Adi mengungkapkan target yang dicanangkan sebelumnya, yakni 500 ribu ton, dianggap terlalu besar dan tidak akan bisa direalisasikan dengan waktu yang begitu singkat hingga akhir Februari.
Bahkan, lanjutnya, tidak tertutup kemungkinan jumlah yang telah ditetapkan saat ini akan kembali turun 80 ribu ton hingga total impor beras nantinya hanya 264 ribu ton.
Adrianto menjelaskan, sedianya saat ini pihaknya sudah mendapatkan delapan perusahaan pemenang lelang asal Thailand, Vietnam, India dan Pakistan yang akan mengimpor beras dari negara masing-masing.
Enam di antaranya telah melakukan tanda tangan perjanjian dan dua lainnya, asal India, sudah mencapai kesepakatan tetapi belum ditindaklanjuti dengan tanda tangan.
Dua perusahaan tersebut, lanjutnya, akan memiliki andil sebesar 80 ribu ton dan mereka masih mencoba mempertimbangkan dengan tenggat waktu yang ada.
"Dengan waktu sekitar lima pekan, sangat sulit mendapatkan perusahaan yang sanggup melakukan impor setengah juta ton beras. Banyak yang tidak berani. Terlebih lagi nanti ada libur Imlek. Kalau dari India dan Pakistan harus melalui Pelabuhan Singapura dulu, dan di sana tutup kalau Imlek. Ada kehilangan waktu 5 hari," terang Adrianto saat ditemui di Demak, Selasa (23/1).
Jika tepat waktu, ia mengatakan beras asal Thailand dan Vietnam tahap pertama akan tiba di Indonesia dalam kurun 17 hari ke depan. Sementara dari India dan Pakistan butuh waktu lebih lama yakni hingga 24 hari ke depan karena harus terlebih dulu melalui Pelabuhan Singapura.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved