Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
AWAL tahun depan pemerintah pusat akan terus menggenjot pembangunan infrastruktur di Jawa Barat. Berbagai program seperti renovasi hingga pengadaan baru akan dilakukan untuk memacu pertumbuhan ekonomi di tatar Parahyangan ini.
Hal ini diungkapkan Presiden Joko Widodo saat menghadiri peringatan ulang tahun ke-51 Angkatan Muda Siliwangi (AMS), di Gedung Merdeka, Bandung, Kamis (28/12). AMS merupakan organisasi kesundaan terbesar di Jawa Barat.
Presiden mengatakan, mulai Januari tahun depan pemerintah akan merehabilitasi Sungai Citarum yang mengalir dari kawasan Cisanti di Kabupaten Bandung hingga wilayah DKI Jakarta. Kondisi air yang sudah sangat tercemar menjadi keprihatinan bagi mantan Wali Kota Solo itu.
"Sungai Citarum menjadi sangat kotor. Polusi dari pabrik-pabrik yang ada semua masuk ke sana. Dan juga saya dapat tambahan informasi, beberapa bakteri sudah muncul," katanya.
Hal ini, lanjut Presiden, sangat berbahaya jika tidak segera diatasi. "Mengancam penduduk yang memanfaatkan Citarum. Terutama untuk air bersih, untuk penduduk Jakarta karena seluruhnya mengambil air bersih dari Citarum," ujarnya.
Oleh karena, Jokowi berjanji perbaikan akan segera dilakukan seperti perbaikan kawasan hulu hingga normalisasi di sepanjang aliran sungai tersebut. "Dibenahi total, baik rehabilitasi lahan maupun hal-hal berkaitan dengan anak sungai di sekitar pabrik-pabrik. Kita ingin sungai ini betul-betul bermanfaat baik untuk sungai maupun air bahan baku. Semoga bisa kembali ke zaman dahulu di kala sungai bersih," ucapnya.
Selain perbaikan Sungai Citarum, Presiden memastikan pembangunan Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka terus dikebut. Jokowi ingin keberadaan infrastruktur itu bisa digunakan pertengahan tahun depan.
"Pertengahan 2018 Insya Allah airport di Kertajati sudah akan bisa kita selesaikan dan kita pakai," katanya. Presiden menilai bandara ini sangat mumpuni untuk menunjang aktivitas masyarakat.
"Ini airport yang sangat besar, sangat bermanfaat mendorong mobilitas barang dan orang terutama di Jawa Barat. Kita harapkan bisa mendorong perekonomian kita," katanya.
Selain Bandara Kertajati, Presiden menyebut Jawa Barat memiliki bandara lainnya yang tak kalah potensial. Bandara di Tasikmalaya sangat tepat untuk mengembangkan produk hasil kreatif masyarakat.
"Di Tasikmalaya UKM banyak sekali, yang bisa produknya dikirim ke luar, baik diekspor atau dibawa ke provinsi lain. Juga ada airport di Sukabumi yang mulai dibangun," paparnya.
Tak hanya itu, Presiden memastikan pihaknya terus mengebut pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) yang belum tuntas sejak 1996. Jokowi menyesalkan pembangunan yang tak kunjung tuntas meski sudah berganti investor hingga empat kali.
"Tiga tahun lalu saya lihat tidak ada progres. Saya perintahkan BUMN kita untuk selesaikan," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden pun menyampaikan kegundahannya saat terjebak macet selama enam jam untuk menuju Sukabumi dari Jakarta. "Itu sama dengan ke Dubai, atau Jepang," katanya.
Oleh karena itu, selain membangun jalan tol, Presiden pun memastikan pemerintah tengah membangun kereta api rel ganda untuk menghubungkan Bogor dengan Sukabumi. "Nanti kita ingin Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung semuanya terhubung," katanya.
Ketua Umum AMS Noeri Ispandji Firman mengatakan, Jawa Barat merupakan provinsi strategis karena letaknya yang dekat dengan Ibu Kota Negara. "Jawa Barat sangat strategis sebagai daerah penyangga Ibu Kota. Sungai Citarum juga merupakan sumber kehidupan, apalagi masok air bersih ke Jakarta," pungkasnya.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved