Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Asia Diprediksi Alami Pertumbuhan Upah Riil Tertinggi

MICOM
18/12/2017 18:42
Asia Diprediksi Alami Pertumbuhan Upah Riil Tertinggi
(Ilustrasi)

ASIA diprediksi mengalami pertumbuhan upah riil tertinggi, meskipun kenaikan tersebut melambat dari tahun sebelumnya. Besaran gaji di Asia diperkirakan akan naik 5,4 persen atau turun dari 6,1 persen pada tahun lalu.

Perkiraan optimistis ini disampaikan oleh Korn Ferry, salah satu divisi Hay Group di Jakarta. Menurut laporan tersebut peningkatan upah riil yang disesuaikan dengan inflasi diperkirakan akan naik 2,8 persen - tertinggi di seluruh dunia, namun turun dari 4,3 persen dari tahun lalu.

Dalam laporan itu juga disebutkan, China tetap konsisten dengan kenaikan upah riil yang diprediksi sebesar 4,2 persen pada 2018, dibandingkan dengan 4 persen tahun lalu. Kendati demikian, sebagian besar negara di kawasan ini mengalami penurunan prediksi upah riil year-over-year -- termasuk perkiraan Vietnam sebesar 4,6 persen, turun dari 7,2 persen, Singapura 2,3 persen, turun dari 4,7 persen, dan Jepang di 1,6 persen, turun dari 2,1 persen.

Khusus untuk Indonesia, Bob Wesselkamper, Korn Ferry Global Head of Rewards and Benefits Solutions, melihat ada perlambatan di pasar secara keseluruhan. "Pertumbuhan yang lambat ini semakin diperburuk oleh sektor industri, perkebunan, pertambangan, minyak dan energi," kata Bob.

Untuk bertahan di pasar yang lamban ini, kata dia, banyak perusahaan di Indonesia mengurangi tenaga kerja atau membekukan kenaikan gaji.

Di sisi lain, pemerintah saat ini tengah fokus pada pengembangan sektor infrastruktur. "Langkah ini memungkinkan industri pendukungnya untuk pulih sedikit dan meningkatkan perkiraan gaji secara keseluruhan," ujar Bob lagi.

Jika dikaitkan terhadap inflasi, imbuhnya, karyawan di seluruh dunia diperkirakan akan merasakan kenaikan upah riil hanya rata-rata 1,5 persen, turun dari prediksi 2017 sebesar 2,3 persen dan prediksi 2016 sebesar 2,5 persen.

"Dengan inflasi yang meningkat di sebagian besar belahan dunia, kami melihat adanya pemangkasan terhadap kenaikan upah riil di seluruh dunia," katanya.

Untuk itu, para ahli penetapan upah di Korn Ferry, merekomendasikan agar pemerintah menerapkan pendekatan holistik saat menentukan upah.

"Meski indeks inflasi merupakan tolok ukur yang solid untuk mengkaji tren pasar terkait upah, kami merekomendasikan agar perusahaan mengambil sudut pandang yang lebih luas dengan menentukan dan menyetujui langkah-langkah pengendali biaya, strategi bisnis dan kondisi perdagangan setempat," kata Benjamin Frost, Global Korn Ferry General Manager - Pay.

Selain itu, ujarnya, program kompensasi perlu ditinjau secara berkala untuk memastikannya sesuai dengan perubahan kondisi bisnis dan pasar.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya